Pertamina Patra Niaga meresmikan pelayanan perdana market trial avtur di Bandar Udara Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi, Rabu (23/9/2026). Pelayanan Avtur tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan frekuensi penerbangan di Bandara Muara Bungo.
Market trial avtur itu diresmikan pada Rabu (23/9/2026). Prosesi ditandai dengan pemotongan pita dan pendistribusian avtur menggunakan mobil tangki Pertamina berkapasitas 16.000 liter.
Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso mengatakan kehadiran layanan avtur di Bandara Muara Bungo diharapkan berdampak terhadap aktivitas penerbangan dan perekonomian masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bungo dan sekitarnya. Kami mendukung pasokan energi dan mendorong konektivitas pengisian avtur di Bandara Muara Bungo ini," kata Alimuddin, Rabu (23/9/2026).
Pasokan avtur untuk Bandara Muara Bungo dikirim dari Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Palembang.
Dia berharap jumlah penerbangan di Bandara Muara Bungo meningkat dalam satu hingga dua bulan mendatang. Menurutnya, penambahan penerbangan tidak hanya berasal dari Batik Air, tetapi juga maskapai lainnya.
"Harapannya, dalam satu atau dua bulan ke depan jumlah penerbangan di Bandar Udara Muaro Bungo sudah naik. Bukan hanya maskapai Batik Air, tapi maskapai lainnya juga," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha mengatakan keberadaan avtur menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung peningkatan frekuensi penerbangan di Bandara Muara Bungo.
Dia berharap penerbangan di bandara tersebut nantinya dapat mencapai minimal tiga kali dalam sehari.
"Harapannya minimal tiga kali sehari, maka Pertamina Patra Niaga akan membangun storage di Bandar Udara Muaro Bungo," kata Fasha.
Fasha menyebut Bandara Muara Bungo memiliki potensi karena berada di kawasan yang dikelilingi sejumlah kabupaten, baik di Jambi maupun Sumatera Barat.
"Bandar Udara Bungo ini sangat potensial karena diapit oleh delapan kabupaten," ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan avtur selama ini turut memengaruhi operasional penerbangan. Pesawat disebut harus mengisi bahan bakar penuh sebelum berangkat karena belum tersedia avtur di Bandara Muara Bungo.
"Selama ini terkendala masalah Avtur jadi harus isi full karena tidak ada avtur sehingga penumpang tidak bisa penuh, dan tiket mahal. Sekarang karena sudah ada avtur kita akan untuk harga tiket diturunkan," kata Fasha.
Fasha berharap aktivitas penerbangan yang semakin optimal dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Bungo dan daerah sekitarnya.
"Kalau penerbangan sudah maksimal berjalan, saya yakin perkembangan Bungo akan semakin pesat terjadi," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Muara Bungo Sony Aditya Prarama mengapresiasi Pertamina Patra Niaga dan Syarif Fasha atas hadirnya layanan avtur tersebut.
"Terima kasih kepada Bapak Syarif Fasha dan jajaran Pertamina Patra Niaga. Diharapkan dengan adanya pelayanan ini dapat meningkatkan frekuensi penerbangan di Bandar Udara Bungo dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Sony.
Peresmian market trial avtur tersebut turut dihadiri Bupati Bungo Dedy Putra, Asisten I Setda Provinsi Jambi Arief Munandar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
