Bengkulu

Antrean Solar Mengular, Pertamina Pastikan Stok BBM Bengkulu Aman

Hery Supandi - detikSumbagsel
Kamis, 17 Sep 2026 14:30 WIB
Foto: Petugas SPBU mengisi BBM ke salah satu truk di Bengkulu (Dok. Pertamina Patra Niaga Sumbagsel)
Bengkulu -

Antrean kendaraan yang mengisi BBM jenis Biosolar masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu. Meski begitu, Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di Bengkulu dalam kondisi aman dan penyaluran kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan ketersediaan BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, terus dipantau. Stok di Fuel Terminal (FT) Pulau Baai maupun SPBU disebut masih mencukupi.

"Stok BBM di FT Pulau Baai maupun SPBU tersedia dan mencukupi. Penyaluran Pertalite berjalan lancar," kata Rusminto dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, antrean kendaraan yang masih terlihat di sejumlah SPBU terutama terjadi pada penyaluran Biosolar. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi meningkatnya konsumsi.

Selain itu, Pertamina mencatat adanya kecenderungan sebagian konsumen beralih dari BBM diesel nonsubsidi ke Biosolar karena adanya perbedaan harga.

Untuk memperkuat stok, Pertamina juga menambah pasokan Biosolar sebanyak 3.000 kiloliter (KL) melalui SPOB Dato Siri Loe. Pasokan tersebut saat ini dalam proses bongkar.

Sementara itu, SPOB Srikandi 512 membawa tambahan 2.200 KL Pertalite dan 1.300 KL Pertamax. Pasokan tersebut dijadwalkan tiba di Bengkulu pada 16 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.

Berdasarkan pemantauan Pertamina di lapangan, penyaluran Pertalite di sejumlah SPBU Kota Bengkulu berlangsung normal. Antrean kendaraan masih berada di dalam area SPBU sehingga tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.

Berbeda dengan Pertalite, antrean kendaraan yang mengisi Biosolar masih terlihat di beberapa lokasi. Hal ini seiring dengan tingginya tingkat konsumsi BBM jenis tersebut.

"Kami memahami antrean dapat memengaruhi kenyamanan masyarakat maupun kelancaran lalu lintas. Karena itu, Pertamina terus melakukan optimalisasi pasokan dan pengaturan pelayanan di SPBU agar penyaluran berjalan tertib serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," jelasnya.

Pertamina menyebut optimalisasi pasokan Pertalite dan Biosolar dilakukan berdasarkan kebutuhan serta kondisi penyaluran di masing-masing SPBU.

Pengelola SPBU juga menyiagakan petugas marshall untuk mengatur antrean kendaraan. Khusus SPBU yang berada di kawasan dengan kepadatan lalu lintas tinggi, pelayanan Biosolar diatur agar antrean tidak meluas hingga badan jalan.

Di sisi lain, pengawasan distribusi BBM subsidi juga diperkuat. Pertamina melakukan monitoring dan inspeksi bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), serta pemangku kepentingan terkait.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan BBM subsidi tersalurkan sesuai ketentuan dan tepat sasaran sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

"Masyarakat yang menemukan kendala pelayanan maupun indikasi penyalahgunaan BBM dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135," pungkas Rusminto.



Simak Video "Pertamina Talks 2026: Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork