Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Kalteng Lancar dan Stok Aman

Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Kalteng Lancar dan Stok Aman

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 13 Jun 2026 15:05 WIB
Ilustrasi layanan SPBU
Ilustrasi layanan SPBU/Foto: dok. Pertamina
Palangka Raya -

Harga BBM nonsubsidi naik hingga ada potensi peralihan konsumsi ke BBM bersubsidi. PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM di Kalteng berjalan lancar dengan stok yang aman dan terkendali.

Berdasarkan penyesuaian harga jual bahan bakar khusus (BBK) di SPBU wilayah Kalteng, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan sebesar Rp 4.050 per liter. Kini, BBM non-subsidi tersebut dijual dengan harga Rp 16.650 per liter.

Potensi pergeseran pola konsumsi BBM tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan BBM di sejumlah wilayah. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Sales Area Manager Retail Kalteng PT Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, memastikan stok BBM di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Stok kami pastikan aman dan kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," ujar Donny, Sabtu (13/6/2026).

Donny menjelaskan ketersediaan BBM di Kalimantan Tengah masih dalam kondisi aman. Berdasarkan data Pertamina, stok Pertamax mencapai sekitar 1,172 juta liter dan Pertalite lebih dari 3,3 juta liter.

"Pasokan tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan distribusi yang terus dilakukan secara berkelanjutan," tambahnya.

Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan distribusi dan pengelolaan stok secara optimal guna menjamin pasokan energi tetap tersedia, meski terjadi perubahan harga pada sejumlah produk BBM nonsubsidi.

Sementara itu, beberapa produk BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo tetap dibanderol Rp 21.200 per liter. Untuk produk diesel nonsubsidi, Dexlite bertahan di harga Rp 23.500 per liter dan Pertamina Dex tetap Rp 25.350 per liter.

Di sisi lain, Pertamina juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami penyesuaian. Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar bersubsidi bertahan di harga Rp 6.800 per liter.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku, serta menjaga kelancaran distribusi di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

"Perusahaan juga memastikan pasokan BBM di seluruh jaringan SPBU tetap tersedia dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," pungkasnya.



(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads