Kopi Kerinci Tembus Pakistan, Nilai Ekspornya Ditaksir Capai Rp 18 Miliar

Jambi

Kopi Kerinci Tembus Pakistan, Nilai Ekspornya Ditaksir Capai Rp 18 Miliar

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Minggu, 19 Jul 2026 22:00 WIB
Penandatanganan MoU ekspor kopi Kerinci ke Pakistan
Foto: Penandatanganan MoU ekspor kopi Kerinci ke Pakistan (Dok. Istimewa)
Jambi -

Pasar ekspor kopi asal Kerinci, Jambi, kembali meluas. Setelah menjalin kerja sama dengan Jepang dan China, kini kopi Kerinci mulai menembus pasar Pakistan. Nilai ekspor kopi Kerinci ini itu ditargetkan mencapai US$1 juta atau sekitar Rp 18 miliar dengan volume ekspor sekitar 190 ton pada 2026.

"Bertambahnya negara tujuan ekspor menunjukkan kopi Jambi semakin mendapat tempat di pasar internasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah sekaligus kesejahteraan petani," kata Juru Bicara Pemprov Jambi, Ariansyah, Minggu (19/7/2026).

Dalam peluang ekspor itu diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Alko Sumatra Kopi dan mitra usaha asal Pakistan di Kabupaten Kerinci. Penandatanganan kerja sama ini juga disaksikan oleh dari perwakilan pemerintah daerah, asosiasi kopi, serta para petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ariansyah menyebut jika langkah baik ini tentu sangat di apresiasi Pemprov Jambi. Dia menilai bahwa saat ini ternyata kopi Jambi sudah sangat mendunia.

"Beberapa waktu lalu sudah dilakukan penandatanganan MoU dengan Jepang, China, dan saat ini dengan Pakistan. Kopi Jambi ini sudah sangat mendunia dan pastinya ini langkah yang sangat bagus bagi daerah Kerinci terutama itu bagi para petani dalam peningkatan ekonomi," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Ariansyah juga mengatakan Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendukung upaya pengembangan komoditas kopi, termasuk mendorong peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.

"Pemerintah Provinsi Jambi mengapresiasi para petani dan PT Alko Sumatra Kopi yang secara mandiri terus bertumbuh dan berkembang," ujarnya.

Sementara itu, dengan kerjasama ini pastinya jelas Ariansyah menjadi langkah awal untuk memperluas pasar kopi Kerinci di Asia Selatan. Jika target awal tercapai, volume perdagangan berpeluang terus meningkat seiring bertambahnya permintaan dari Pakistan.

"Dengan semakin banyak negara tujuan ekspor, harga dan daya saing kopi lokal pastinya akan meningkat, dan Pemerintah Provinsi Jambi sangat menyambut baik hal ini karena begitu membantu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat serta memperkuat posisi kopi Kerinci sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor dari Provinsi Jambi," tutup Ariansyah.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads