DPR RI Tinjau Gudang Bulog Sumsel Babel, Pastikan Stok hingga Kualitas Aman

Sumatera Selatan

DPR RI Tinjau Gudang Bulog Sumsel Babel, Pastikan Stok hingga Kualitas Aman

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 24 Feb 2026 16:42 WIB
Wakil Ketua Komisi IV Alex Indra Lukman saat melihat kondisi stok beras di gudang Bulog Sumsel Babel
Foto: Wakil Ketua Komisi IV Alex Indra Lukman saat melihat kondisi stok beras di gudang Bulog Sumsel Babel (A Reiza Pahlevi)
Palembang -

Komisi IV DPR RI meninjau gudang Bulog di Sumatera Selatan untuk melihat kesiapan stok dan stabilisasi pangan saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2026. Stok beras yang dimiliki mencukupi, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.

Wakil Ketua Komisi IV Alex Indra Lukman mengatakan kondisi pergudangan dan kualitas stok beras di Gudang Sukamaju, Palembang, masih cukup baik.

"Peninjauan tadi, kami melihat Bulog telaten dalam merawat dan menjaga kualitas beras yang ada di gudang. Tadi kita temukan produksi Maret (2025) masih ada, berarti umurnya sudah hampir 1 tahun, kondisinya berasnya masih sangat bagus dan sangat baiik. Itu kita apresiasi ya," ujar Alex saat kunker ke Kompleks Pergudangan Sukamaju, Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Selasa (24/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia berharap, stok tersebut dapat segera disalurkan sesuai mekanisme agar mutunya tetap optimal.

"Kita mendorong Bapanas dan Bulog untuk menyusun langkah-langkah agar beras yang usianya menjelang satu tahun untuk bisa didistribusikan dan disalurkan," katanya.

ADVERTISEMENT

Terlebih, Bulog pada tahun ini kembali mendapat penugasan untuk menyerap hasil panen petani. Sehingga, penyaluran harus terus dilakukam agar stok tak menumpuk.

Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menyampaikan bahwa BULOG memastikan kesiapan stok dan kelancaran distribusi pangan menjelang periode HBKN.

"Hingga 21 Februari 2026, realisasi distribusi minyak goreng tercatat lebih dari 21 juta liter, dengan stok tersedia lebih dari 17 juta liter yang siap disalurkan sesuai kebutuhan pasar," ujarnya.

Menurut Sudarsono, tahun ini menjadi momentum penguatan peran BULOG sebagai operator pangan pemerintah melalui tiga pilar utama.

Pertama, peningkatan target pengadaan untuk menjaga ketersediaan dengan serapan 4 juta ton gabah/beras, 1 juta ton jagung, dan 70 ribu ton kedelai.

Kedua, pengelolaan stok secara nasional guna menjaga keterjangkauan, termasuk melalui kerja sama jaringan pergudangan dengan berbagai pihak.

Terakhir, stabilisasi pasokan dan harga melalui penyaluran cadangan pangan pemerintah, antara lain 720 ribu ton beras bantuan pangan, 1,5 juta ton beras SPHP, serta 2,5 juta ton beras medium dan premium Bulog.

"Kehadiran Komisi IV DPR RI menjadi penguatan bagi kami untuk terus memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar, terutama pada saat Ramadan dan Idulfitri," tukasnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Mersy Windrayani mengatakan stok beras di gudang miliknya saat ini mencapai 79 ribu ton. Jumlah ini sangat siap dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

"Stok ini bahkan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan enam bulan ke depan," ujarnya.

Pendistribusian beras di gudang miliknya juga akan dilakukan untuk bantuan pangan kepada 505 ribu keluarga penerima manfaat di Sumsel. Diperkirakan penetapan penyalurannya dilakukan Februari atau Maret ini.

"Total alokasi untuk bantuan pangan ini mencapai 20 ribu ton beras, jumlah ini akan mengurangi stok di gudang. Selain itu, penyerapan hasil panen petani di berbagai wilayah masih terus dilakukan. Jadi, stok masih akan tetap terjaga," terangnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads