Produksi Batu Bara Sumsel Diprediksi Turun, Pendapatan Daerah Terdampak

Sumatera Selatan

Produksi Batu Bara Sumsel Diprediksi Turun, Pendapatan Daerah Terdampak

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 18 Feb 2026 06:00 WIB
Tak cuma di Kalimantan, Sumatera Selatan juga punya tambang batu bara. Tak tanggung-tanggung, tambang batu bara di Sumsel ini punya cadangan hingga 3 miliar ton
Foto: Ilustrasi batu bara di Sumsel (Rengga Sancaya)
Palembang -

Produksi baru bara di Sumatera Selatan, dipastikan bakal menurun pada tahun ini. Penurunan itu imbas larangan angkutan truk baru bara melintas di jalan umum per 1 Januari 2026.

Belum selesainya pembangunan jalan khusus, membuat produksi batu bara tak terserap maksimal. Bahkan, penurunan produksi sudah dirasakan sejak tahun lalu. Dari target 164,27 juta ton, realisasinya hanya 120,74 juta ton.

Salah satu penyebab penurunannya karena ambruknya Jembatan Muara Lawai, sehingga membuat angkutan batu bara lebih diperketat operasionalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ada larangan truk batu bara melintas di jalan umum, pastinya akan berpengaruh terhadap produksi pada tahun ini. Tahun lalu saja, Sumsel hanya mencapai 121 juta ton. Meskipun angkanya naik dibandingkan tahun sebelumnya, tapi tak sampai target," ujar Asisten I Sumsel Apriyadi, Senin (16/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Apriyadi, angkutan batu bara saat ini ditopang oleh angkutan kereta api. Namun, angkutan yang mampu diakomodir melalui transportasi ini hanya 70 juta ton.

"Seperti tahun lalu, KA hanya mampu mengangkut 70 juta ton, sisanya 50-an juta ton dari truk dan angkutan sungai. Porsi itu tidak ada bedanya dengan saat ini, kemudian akan dibangun juga flyover untuk perlintasan KA jelas akan mengurangi angkutan KA," katanya.

"Kecuali, jika jalan khusus selesai dibangun, maka bisa digeber 24 jam dan maksimal," sambungnya.

Dampak penurunan produksi batu bara itu juga akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah. Dana bagi hasil akan semakin berkurang dan mempengaruhi APBD pemda.

"Di sisi lain, pendapatan daerah akan turun karena produksi batu bara menurun. Tapi, walaupun produksi turun, keceriaan masyarakat dan kebahagiaan masyarakat naik, karena jalan umum tak lagi dilintasi truk batu bara, tidak ada lagi debu, jalan tidak macet dan rusak," tukasnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads