HIV/AIDS di Palembang Capai 407 Kasus

Sumatera Selatan

HIV/AIDS di Palembang Capai 407 Kasus

Irawan - detikSumbagsel
Kamis, 29 Okt 2026 22:40 WIB
Holding a test tube with blood in it. Handwritten label with HIV on it with the negative tick box crossed.
Foto: Ilustrasi HIV (Getty Images/Thomas Faull)
Palembang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat kasus HIV/AIDS sepanjang Januari hingga Oktober 2026 mencapai 407 kasus. Angka tersebut menjadi perhatian serius untuk warga Palembang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Palembang Putri Damayanti mengatakan peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Palembang tidak terlepas dari berbagai faktor, termasuk semakin masifnya kegiatan skrining yang dilakukan.

"Dari Januari sampai September 2026, berdasarkan data yang kami terima terdapat 407 kasus HIV/AIDS. Rinciannya, 369 kasus HIV dan 38 kasus AIDS," katanya kepada detikSumbagsel, Rabu (28/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tren peningkatan kasus HIV/AIDS memang menjadi fenomena yang banyak ditemukan di kota-kota besar, termasuk Palembang. Dalam empat bulan pertama tahun ini, jumlah kasus baru yang ditemukan terus bertambah setiap bulannya.

"Fenomena di kota besar seperti Palembang, kasus HIV setiap bulan ada penambahan. Kasus terbanyak terjadi di bulan September 53 kasus," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Putri menjelaskan, tingginya angka temuan kasus tidak selalu menunjukkan peningkatan penularan yang drastis. Salah satu faktor yang memengaruhi bertambahnya jumlah kasus adalah semakin luasnya pelaksanaan skrining HIV di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

"Bisa jadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah kasus yang ditemukan karena saat ini kegiatan skrining HIV semakin banyak dilaksanakan oleh petugas kesehatan. Dengan skrining yang lebih luas, maka kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi menjadi diketahui," jelasnya.

Meski demikian, Dinkes Palembang tetap mewaspadai berbagai faktor risiko yang berpotensi menyebabkan penularan HIV, terutama perilaku seksual yang tidak aman di kalangan masyarakat.

Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini kasus HIV cukup menonjol ditemukan pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL). Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus perhatian dalam upaya pencegahan dan edukasi yang dilakukan pemerintah.

"Yang menonjol sekarang memang pada kelompok LSL atau sesama jenis laki-laki. Ini menjadi perhatian kami dalam program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS," ungkapnya.

Untuk menekan angka penularan, Dinkes Palembang mengimbau masyarakat agar menerapkan perilaku hidup sehat dan menghindari aktivitas yang berisiko terhadap penularan HIV.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan perilaku seks yang aman, tidak berganti-ganti pasangan seksual, serta menghindari hubungan seksual pranikah terutama bagi remaja," tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan apabila merasa memiliki faktor risiko. Menurutnya, deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penularan lebih lanjut dan memastikan penderita mendapatkan pengobatan secara cepat.

"Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, kualitas hidup penderita HIV dapat tetap terjaga dan risiko penularan kepada orang lain bisa ditekan," tutup Putri.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads