Sumatera Selatan

Eceng Gondok di Palembang Bakal Diolah Jadi Kompos

Irawan - detikSumbagsel
Selasa, 27 Okt 2026 06:30 WIB
Ketua PKK Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa (Foto: Istimewa Kominfo Palembang)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang mendorong pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk kompos untuk mendukung pertanian pekarangan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga. Tanaman yang banyak ditemukan di perairan tersebut dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan organik yang bermanfaat.

Upaya itu dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Eceng Gondok melalui Pengomposan untuk Mendukung Pertanian Pekarangan dan Ketahanan Pangan Kota Palembang yang difasilitasi Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Palembang.

Dewi Sastrani Ratu Dewa mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya lokal menjadi salah satu langkah untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus menghasilkan sesuatu yang bernilai guna.

"Eceng gondok yang banyak ditemukan di perairan Palembang memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Dengan pengelolaan dan teknik pengomposan yang tepat, tanaman ini bisa diolah menjadi bahan organik yang bermanfaat bagi pertanian pekarangan," katanya kepada wartawan, Senin (26/10/2026).

Dia mengatakan, pengelolaan eceng gondok perlu dilakukan secara bijaksana agar keberadaannya tidak menimbulkan persoalan lingkungan. Di sisi lain, pemanfaatannya sebagai bahan kompos dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung kegiatan bercocok tanam di lingkungan rumah tangga.

Dewi berharap sosialisasi tersebut dapat menambah wawasan masyarakat mengenai teknik dasar pengomposan, mulai dari pemanfaatan bahan organik hingga penerapannya untuk mendukung pertanian di sekitar rumah.

"Kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari sosialisasi ini, tetapi juga bisa menerapkannya secara langsung. Pertanian pekarangan dapat dimulai dari langkah sederhana sesuai dengan potensi dan kondisi lingkungan masing-masing," katanya.

Menurutnya, pengembangan pertanian pekarangan tidak selalu membutuhkan lahan luas ataupun langkah besar. Dengan pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar, masyarakat dapat mulai membangun kebiasaan produktif yang mendukung kebutuhan pangan keluarga.

Namun, dia mengingatkan bahwa proses pengolahan eceng gondok menjadi kompos tetap membutuhkan pengetahuan dan teknik yang benar. Karena itu, masyarakat diharapkan mengikuti arahan narasumber yang kompeten agar hasil pengomposan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat.

"Pengetahuan teknis menjadi hal penting agar proses pengomposan dapat dilakukan dengan benar. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti arahan narasumber dan memahami tahapan pengolahan bahan organik sebelum menerapkannya," ungkapnya.

Dewi juga menekankan pentingnya tindak lanjut setelah kegiatan sosialisasi. Menurutnya, program tersebut akan lebih bermanfaat apabila dilanjutkan dengan praktik, pendampingan, serta evaluasi terhadap kendala yang dihadapi masyarakat.

Dia mendorong adanya pemetaan kelompok masyarakat yang berpotensi mengembangkan pertanian pekarangan. Pertukaran pengalaman antar kelompok juga dinilai dapat membantu memperluas penerapan pengolahan eceng gondok menjadi kompos.

"Jangan sampai kegiatan ini berhenti pada penyampaian materi. Perlu ada tindak lanjut agar masyarakat dapat mencoba, berbagi pengalaman, dan mengetahui solusi ketika menghadapi kendala di lapangan," jelasnya.

Untuk memperluas manfaat program, kolaborasi antara TP PKK, kelompok masyarakat, perangkat daerah teknis, dan mitra terkait dinilai perlu diperkuat.

TP PKK dan kelompok masyarakat dapat berperan menggerakkan keluarga serta komunitas. Sementara itu, perangkat daerah dan mitra terkait diharapkan memberikan pendampingan serta dukungan sesuai tugas dan kewenangannya.

Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Palembang turut berperan memfasilitasi dan mengoordinasikan peluang kerja sama agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah.

Melalui kolaborasi tersebut, pemanfaatan eceng gondok diharapkan tidak hanya membantu pengelolaan bahan organik, tetapi juga mendorong tumbuhnya kegiatan pertanian pekarangan yang produktif dan berkelanjutan.

"Kalau dilakukan bersama-sama dan secara konsisten, langkah sederhana seperti mengolah bahan organik menjadi kompos bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga," tutupnya.



Simak Video "Pemerintah dan BI Luncurkan GPIPS untuk Ketahanan Pangan Nasional"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork