Pemerintah menjadwalkan upacara pengibaran bendera Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026. Salah satu susunan acara dalam kegiatan adalah sambutan pembina upacara yang berisi teks amanat untuk disampaikan kepada peserta.
Dalam hal ini, peserta upacara bisa anak sekolah, pegawai instansi pemerintah, hingga masyarakat umum. Adanya teks sambutan memberikan kemudahan bagi pembina upacara dalam menyusun dan menyampaikan poin-poin penting yang berkaitan dengan kondisi Indonesia saat ini.
Berikut tiga contoh teks sambutan pembina upacara Hari Sumpah Pemuda yang singkat hingga panjang untuk dibacakan kepada peserta upacara, baik itu anak sekolah maupun masyarakat umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh Teks Sambutan Hari Sumpah Pemuda
1. Naskah Sambutan yang Singkat
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru serta staf,
Serta seluruh peserta upacara yang saya banggakan.
Marilah kita panjatkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat sehat sehingga kita dapat memperingati Hari Sumpah Pemuda hari ini.
Peristiwa 28 Oktober 1928 membuktikan bahwa ikrar Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia menyatukan berbagai perbedaan suku dan daerah menjadi kekuatan besar. Tantangan pemuda saat ini bergeser dari melawan penjajah fisik menjadi menghadapi arus teknologi, hoaks, dan potensi perpecahan digital.
Pesan penting untuk direnungkan:
- Bijak bermedia sosial untuk belajar dan berkarya secara positif.
- Menjauhi provokasi dan ujaran kebencian.
- Merawat persatuan dalam keberagaman.
Kalian adalah pemilik masa depan bangsa yang perubahannya dimulai dari hal kecil seperti disiplin dan belajar tekun. Selamat Hari Sumpah Pemuda, teruslah melangkah maju dan jaga persatuan Indonesia. Untuk naskah lengkap dan penutupnya, silakan merujuk pada dokumen sumber.
Wabillahi taufik wal hidayah,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Naskah Sambutan untuk Anak Sekolah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Dewan Guru beserta staf tata usaha,
Serta anak-anakku, seluruh siswa-siswi yang saya cintai dan saya banggakan.
Pertama-tama, mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karuniaNya kita dapat berkumpul dalam upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan sehat walafiat.
Anak-anakku sekalian,
98 tahun yang lalu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul. Mereka melupakan perbedaan suku, agama, dan bahasa daerah demi satu tujuan: mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.
Hari ini, tantangan kalian sudah berubah. Kalian tidak lagi diminta memegang senjata di medan perang. Musuh yang kalian hadapi saat ini tersembunyi di balik layar gawai masing-masing: kemalasan, kecanduan game, informasi hoaks, dan budaya asing yang mengikis rasa nasionalisme.
Menjadi pemuda masa kini berarti menjadi pemuda yang berprestasi dan menguasai teknologi secara bijak. Jangan biarkan teknologi mengendalikan kalian, tetapi jadikan teknologi sebagai alat untuk mengukir prestasi, belajar, dan mengharumkan nama sekolah serta bangsa.
Mari kita petik tiga nilai utama dari Sumpah Pemuda untuk diterapkan mulai hari ini.
Pertama, disiplin. Mulailah dari hal kecil, seperti hadir tepat waktu dan menjaga kebersihan kelas.
Kedua, kreatif dan inovatif. Gunakan waktu muda kalian untuk mencoba hal-hal baru yang positif.
Ketiga, menjaga persatuan. Marilah kita stop perundungan (bullying) dan saling menghargai antarteman.
Kalian adalah pemilik masa depan bangsa ini. Di tangan kalianlah Indonesia emas akan diwujudkan. Selamat Hari Sumpah Pemuda. Maju bersama, berdampak nyata!
Terima kasih.
Wabillahi taufik wal hidayah,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Contoh Naskah Sambutan yang Umum
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Pimpinan, jajaran pejabat, staf, dan seluruh rekan kerja yang saya banggakan, serta para generasi muda dan peserta upacara sekalian yang saya cintai.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, hari ini tanggal 28 Oktober 2026 kita dapat bersama-sama melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-98 dalam keadaan sehat walafiat.
Hadirin dan peserta upacara yang berbahagia,
Sembilan puluh delapan tahun yang lalu, sejarah mencatat sebuah peristiwa luar biasa. Para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara-dengan segala latar belakang suku, agama, ras, dan bahasa daerah yang berbeda-berkumpul membawa satu visi yang sama.
Tanpa kemudahan teknologi seperti hari ini, mereka mampu meruntuhkan sekat ego kedaerahan dan mengikrarkan janji suci untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, Indonesia.
Sumpah Pemuda bukan sekadar lembaran naskah sejarah untuk dibaca tahunan, melainkan pengingat bahwa pondasi terkuat bangsa ini didirikan atas keberanian para pemuda untuk mengutamakan persatuan.
Hari ini, tantangan kita memang tidak lagi mengusir penjajah. Namun, zaman baru membawa tantangan yang tak kalah berat, mulai dari risiko perpecahan akibat perbedaan pandangan, cepatnya arus disinformasi, ketimpangan kapasitas, hingga rasa apatis terhadap lingkungan sekitar.
Di tengah dinamisnya dunia pada tahun 2026 ini, persatuan dan semangat muda tidak boleh berhenti sebagai slogan belaka. Kita dituntut untuk mengejawantahkan nilai Sumpah Pemuda ke dalam aksi nyata sehari-hari.
Persatuan di tempat kerja maupun di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui kerja sama yang solid, saling menguatkan, dan pengutamaan solusi bersama dibanding benturan ego. Di saat yang sama, kita juga harus terus meningkatkan kapasitas diri karena dunia berubah sangat cepat.
Generasi muda dan segenap elemen masyarakat harus mau terus belajar, menguasai keahlian baru, serta berani berinovasi agar mampu bersaing. Tidak kalah penting, kita harus bijak dalam berinteraksi di ruang digital dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan, persatuan, dan karya positif.
Peserta upacara yang saya banggakan,
Ingatlah bahwa kemajuan lembaga ini, daerah ini, dan bangsa ini ada di tangan orang-orang yang mau bekerja keras serta menjaga komitmen persatuan. Jangan menunggu orang lain untuk memulai perubahan. Mulailah dari diri sendiri, dari hal-hal kecil di sekitar kita, dan mulai dari sekarang.
Mari kita jadikan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini sebagai momentum untuk menyegarkan kembali semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, serta mempererat tali persaudaraan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan keberkahan kepada kita semua dalam membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98!
Bersatu, Bangkit, dan Maju Bersama!
Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Simak Video "Video: 'Selamat Hari Sumpah Pemuda' Menggema di X"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
