Tutorial Mudah Membuat Pupuk Kompos Organik

Tutorial Mudah Membuat Pupuk Kompos Organik

Firyal Hanan Maulida - detikJabar
Sabtu, 16 Mei 2026 20:00 WIB
Close Up Of Woman Emptying Food Waste Into Garden Composter At Home
Ilustrasi pupuk kompos. Foto: Getty Images/iStockphoto/Daisy-Daisy
Bandung -

Setiap hari, secara tidak sadar, kita menghasilkan banyak limbah organik di dapur, termasuk sisa makanan, kulit buah, dan dedaunan kering dari halaman. Sebagian besar dari limbah ini berakhir di tempat sampah, padahal bisa diubah menjadi sesuatu yang jauh lebih bermanfaat.

Dengan sedikit usaha, sampah harian ini bisa diolah menjadi pupuk kompos organik yang berguna untuk menyuburkan tanaman di rumah. Proses pembuatan kompos tidak memerlukan keterampilan khusus atau peralatan yang rumit, sehingga siapa pun bisa melakukannya di rumah. Selain membantu mengurangi sampah, cara ini juga mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Melalui tutorial sederhana untuk membuat pupuk kompos organik ini, detikers akan mengetahui cara mengubah limbah dapur menjadi sumber kehidupan baru bagi tanaman dengan cara yang simpel dan efisien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Pupuk Kompos?

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk organik yang terbentuk dari proses penguraian bahan alami seperti sisa makanan, dedaunan kering, dan limbah organik lainnya. Ketika mikroorganisme seperti bakteri dan cacing tanah melakukan penguraian, bahan-bahan tersebut berubah menjadi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Kompos memiliki kandungan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih sehat dan subur.

Selain memperkaya tanah, pembuatan kompos bisa meningkatkan kualitas tanah dengan cara meningkatkan kemampuannya untuk menyimpan air. Proses pelapukan yang biasanya berlangsung lama secara alami bisa dipercepat menjadi sekitar 1-3 bulan jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, kompos tidak hanya menguntungkan bagi tanaman, tetapi juga berperan dalam mengurangi jumlah limbah organik di lingkungan.

ADVERTISEMENT

Bahan-Bahan Pembuatan Pupuk Kompos

Dalam produksi pupuk kompos organik, bahan-bahan yang digunakan biasanya berasal dari limbah alami yang mudah dijumpai di sekitar. Berikut adalah beberapa bahan dasar yang dapat dimanfaatkan:

1. Sisa-sisa tanaman atau limbah hasil panen seperti batang jagung, jerami, sekam, daun yang telah kering, dan batang tanaman seusai panen.

2. Rumput dan tanaman liar seperti semak, turi, lamtoro, atau titonia.

3. Limbah dari rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan limbah makanan organik lainnya.

4. Limbah dari peternakan seperti kotoran hewan, urin, dan sisa pakan ternak.

5. Limbah dari agroindustri seperti ampas gula, limbah tahu dan tempe, serta limbah kelapa sawit.

6. Bahan mineral tambahan seperti kapur pertanian, dolomit, atau kulit kerang.

Selain bahan utama, proses pengomposan memerlukan bahan dekomposer agar penguraian lebih cepat. Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Sekam padi yang bisa memperbaiki tekstur kompos dan mengurangi kelebihan kelembapan.

2. Gula pasir sebagai penghasil energi bagi mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengurai.

3. Air yang diperlukan untuk menjaga kelembapan selama proses pengomposan.

4. Bahan alami lainnya seperti bonggol pisang, sisa buah, dan rebung yang mendukung percepatan proses pelapukan.

Dengan penggunaan kombinasi bahan utama dan dekomposer yang tepat, cara pembuatan kompos bisa lebih cepat, efisien, serta menghasilkan pupuk organik yang berkualitas untuk menyuburkan tanah.

Alat Membuat Pupuk Kompos

1. Wadah besar seperti tong atau ember dengan penutup yang kuat.

2. Sarung tangan untuk melindungi tangan dari kotoran.

3. Pisau atau sabit untuk mencacah bahan kompos menjadi kecil-kecil.

4. Plastik untuk menutup bahan kompos saat proses sedang terjadi.

5. Termometer untuk mengukur suhu.

6. Ayakan dan karung penyimpan bahan untuk menyaring dan menyimpan kompos siap pakai.

Bahan Untuk Pembuatan Kompos

1. Sampah organik dari rumah, seperti sisa sayuran dan makanan.

2. Tanah sebagai media penguraian.

3. Air secukupnya untuk menjaga kelembapan.

4. Arang sekam sebagai bahan tambahan (opsional).

5. Kapur pertanian untuk menyeimbangkan pH tanah.

6. Cairan EM4 sebagai aktivator pengurai untuk mempercepat proses.

Langkah Membuat Pupuk Kompos

Setelah semua perlengkapan dan bahan tersedia, berikut adalah langkah-langkah untuk memulai pembuatan kompos:

1. Siapkan sampah rumah tangga yang akan diolah menjadi pupuk kompos.

2. Pisahkan sampah organik (sisa makanan/dedaunan) dengan sampah plastik. Sampah organiklah yang nantinya akan digunakan sebagai pupuk kompos.

3. Siapkan wadah berukuran besar untuk membuat pupuk kompos. Jangan lupa bahwa wadah harus dilengkapi dengan penutup agar pupuk yang dibuat tidak terkontaminasi.

4. Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah diisi dengan sampah organik. Ketebalannya bisa disesuaikan dengan wadah dan banyaknya sampah organik.

5. Siram permukaan tanah tersebut menggunakan air secukupnya.

6. Masukkan sampah organik yang telah dicampur arang sekam (opsional) dan kapur pertanian ke dalam wadah.

7. Pastikan sampah disimpan secara merata. Sebisa mungkin ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah.

8. Siram dengan air yang telah bercampur EM4.

9. Masukkan lagi tanah ke dalam wadah. Kali ini tanah berperan sebagai penutup sampah.

10. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu.

Selama proses berlangsung, pastikan wadah tidak terkena sinar matahari langsung dan terlindung dari hujan maupun hewan. Setelah waktu yang ditentukan, kompos akan berubah menjadi pupuk organik yang siap digunakan untuk menyuburkan berbagai jenis tanaman di pekarangan rumah.

Apa Manfaat Pupuk Kompos?

Pupuk kompos bisa menjadi solusi alternatif yang efektif karena memiliki manfaat antara lain:

1. Meningkatkan Kualitas Tanah: Kompos berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan cara menambahkan nutrisi, memperbaiki tekstur tanah, serta membantu tanah dalam menyimpan air dan mendukung perkembangan tanaman.

2. Meningkatkan Kualitas Produk Tanaman: Pupuk kompos bisa memperbaiki kesuburan tanah, menghasilkan tanaman yang lebih kuat, berkualitas tinggi, serta meningkatkan rasa, tekstur, dan kandungan nutrisi yang lebih baik.

3. Memperkuat Akar Tanaman: Kompos membantu meningkatkan struktur dan kepadatan tanah, memudahkan akar tanaman untuk berkembang serta menyerap air dan nutrisi dengan lebih efisien, menjadikan tanaman lebih kuat dan sehat.

4. Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman: Kompos menyediakan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang membantu mempercepat pertumbuhan tanaman serta membuatnya lebih sehat dan kuat.

5. Melindungi Tanaman dari Penyakit, Hama, dan Gulma: Kompos berperan dalam memperkuat perkembangan mikroba yang menguntungkan di dalam tanah, berfungsi untuk melawan serangan penyakit, serangga, dan tumbuhan pengganggu, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap masalah tersebut.

Itulah tutorial membuat pupuk kompos organik dan manfaatnya yang bisa dilakukan dengan mudah di rumah. Selain membantu dalam pengurangan sampah organik, pupuk kompos memiliki kegunaan untuk memperkaya tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman menjadi lebih sehat secara alami. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads