Udara Palembang Membaik Pagi Ini, Sempat di Level Berbahaya

Sumatera Selatan

Udara Palembang Membaik Pagi Ini, Sempat di Level Berbahaya

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 25 Okt 2026 10:00 WIB
Grafik PM2.5 di Musi 2 Palembang.
Grafik PM2.5 di Musi 2 Palembang. (Foto: Istimewa/BMKG)
Palembang -

Kualitas udara Palembang belum sepenuhnya membaik. Konsentrasi polutan PM2.5 sempat melonjak menjadi berbahaya hingga tercatat 547,4 µg/m³ di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang milik BMKG pada Minggu (25/10/2026) dini hari.

"Sejak pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB kualitas udara Palembang masih tercatat pada level berbahaya. Angka tertinggi PM2.5 sempat tercatat sebesar 547,4 µg/m³ pukul 04.00 WIB," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Minggu.

Berdasarkan data pemantauan, konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 WIB tercatat sebesar 300,8 µg/m³. Angka itu sempat turun menjadi 282,4µg/m³ pada pukul 01.00 WIB, sebelum kembali meningkat pada 1 jam berikutnya menjadi 298,2 µg/m³, kemudian 441,5 µg/m³, hingga mencapai 547,4 µg/m³. Setelah itu, konsentrasi tercatat turun menjadi 322,5 µg/m³.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbaikan mulai terlihat pada pukul 06.00 WIB saat konsentrasi PM2.5 turun menjadi 173,8 µg/m³. Angka tersebut kemudian kembali turun menjadi 117,7 µg/m³, sebelum tercatat sebesar 131 µg/m³.

"Kualitas udara kemudian berangsur membaik pada pagi hari, meski masih berada dalam kategori sanga tidak sehat dan tidak sehat," katanya.

ADVERTISEMENT

Berkurangnya kepekatan asap diduga dipengaruhi beberapa faktor. Berdasarkan citra BMKG, jumlah titik panas atau hotspot di wilayah OKI, khususnya di kawasan Tulung Selapan terlihat menurun.

"Berkurangnya hotspot dapat mengindikasikan penurunan aktivitas kebakaran aktif sehingga potensi tambahan emisi asap dari kawasan tersebut ikut berkurang," jelasnya.

Selain itu, arah angin yang sebelumnya bertiup dari tenggara bergeser menjadi dari selatan dan bergerak ke utara. Perubahan ini memengaruhi pergerakan asap sehingga sebagian asap tidak terbawa masuk ke wilayah Palembang.

Hasil pengamatan udara atas juga menunjukkan adanya lapisan inversi yang relatif tipis di dekat permukaan dan lapisan inversi lain pada ketinggian lebih besar. Kondisi tersebut berpotensi mendukung dispersi asap secara vertikal sehingga konsentrasi asap di dekat permukaan berkurang.

Upaya penanganan juga dilakukan melalui operasi dry ice untuk membantu mengurangi hambatan dispersi asap akibat lapisan inversi. Penurunan kepekatan asap ini diduga merupakan kombinasi perubahan arah angin, kondisi atmosfer yang mendukung dispersi vertikal, penurunan jumlah hotspot, serta upaya penanganan yang dilakukan.

"Meski demikian, konsentrasi PM2.5 yang masih berada pada kategori berbahaya hingga tidak sehat tetap harus diwaspadai masyarakat. Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan," katanya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads