Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyiapkan 23 lokasi rumah oksigen untuk membantu warga terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tujuh puskesmas rawat inap disiagakan melayani masyarakat selama 24 jam, terutama di wilayah dengan kasus gangguan kesehatan yang tinggi.
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) mengatakan seluruh puskesmas di wilayahnya diarahkan tetap memberikan pelayanan oksigen sesuai jam operasional masing-masing. Sementara itu, puskesmas rawat inap disiagakan sepanjang hari untuk memastikan warga yang membutuhkan penanganan bisa segera mendapatkan pelayanan.
"Seluruh puskesmas tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap. Untuk tujuh puskesmas rawat inap, pelayanan dibuka 24 jam agar warga yang membutuhkan oksigen bisa segera mendapatkan bantuan," kata (BBS) kepada detikSumbagsel, Kamis (22/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkab Muaro Jambi juga menyiapkan 16 puskesmas nonrawat inap yang tetap menerima warga untuk mendapatkan pelayanan oksigen selama jam pelayanan berlangsung. Dengan skema tersebut, masyarakat memiliki akses terhadap bantuan kesehatan melalui fasilitas kesehatan terdekat.
"Untuk 16 puskesmas nonrawat inap, pelayanan oksigen tetap tersedia selama jam operasional. Kami ingin masyarakat mengetahui lokasi yang bisa didatangi ketika mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap," ujarnya.
Sejauh ini, kondisi Muaro Jambi memang menjadi lokasi yang rawan atas karhutla. Selain lahan disana merupakan dominan lahan gambut, selain itu kualitas udara disana juga masuk dalam level Sangat Tidak Sehat bahkan berbahaya akibat asap cukup pekat menyelimuti dampak karhutla.
BBS menyebut, selain puskesmas, tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) di Muaro Jambi turut disiapkan memberikan pelayanan selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penanganan apabila kondisi warga membutuhkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
"Pelayanan di tiga RSUD juga disiapkan selama 24 jam. Jadi, masyarakat memiliki akses pelayanan kesehatan apabila kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut," sebut BBS.
BBS juga mengatakan ketersediaan oksigen menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah di tengah ancaman kabut asap karhutla. Pemkab memastikan stok tabung oksigen saat ini mencukupi, sekaligus menyiapkan dukungan pengisian ulang agar pasokan dapat terus tersedia.
"Ketersediaan oksigen saat ini masih mencukupi. Kami juga memastikan pasokannya tidak terputus, karena kebutuhan masyarakat harus tetap terpenuhi selama kondisi kabut asap masih berdampak," ungkap dia.
Untuk mendukung keberlanjutan pasokan, RSUD Ahmad Ripin telah memiliki pusat oksigen yang dapat digunakan untuk mengisi ulang tabung. Fasilitas tersebut menjadi salah satu penopang agar ketersediaan oksigen bagi pelayanan kesehatan tetap terjaga.
"Kami memastikan di RSUD Ahmad Ripin tersedia pusat oksigen untuk pengisian ulang. Ini penting agar kebutuhan oksigen bisa terus dipenuhi dan pelayanan kepada masyarakat tidak terkendala," jelas BBS.
BBS mengimbau warga yang terdampak kabut asap agar memanfaatkan rumah oksigen yang telah disiapkan. Masyarakat dapat mendatangi puskesmas atau rumah sakit sesuai lokasi dan jam pelayanan yang berlaku.
Adapun daftar 23 puskesmas yang menjadi lokasi rumah oksigen itu seperti Puskesmas Tempino, Puskesmas Pondok Meja, Puskesmas Sei. Bahar VII, Puskesmas Sei. Bahar, Puskesmas Sei. Bahar IV, Puskesmas Markanding, Puskesmas Muara Kumpeh, Puskesmas Kasang Pudak, Puskesmas Tangkit, Puskesmas Kebon IX, Puskesmas Talang Bukit, Puskesmas Tanjung, Puskesmas Puding, Puskesmas Jambi Kecil, Puskesmas Kemingking Dalam, Puskesmas Simpang Sungai Duren, Puskesmas Penyengat Olak, Puskesmas Pir II Bajubang, Puskesmas Sengeti, Puskesmas Sekernan Ilir, Puskesmas Tantan, Puskesmas Suko Awin Jaya dan Puskesmas Petaling Jaya.
"Seluruh warga yang terdampak asap karhutla bisa mengakses rumah oksigen ini. Jangan ragu mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan dan membutuhkan bantuan," tegasnya.
Bambang menambahkan, pelayanan 24 jam diprioritaskan melalui puskesmas rawat inap, terutama di daerah dengan kasus gangguan kesehatan yang tinggi. Pemerintah daerah juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap dampak paparan asap dan segera mencari pertolongan medis jika kondisi kesehatan memburuk.
"Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan di tengah kondisi kabut asap. Khusus daerah dengan kasus yang tinggi, puskesmas disiapkan buka 24 jam. Keselamatan dan kesehatan warga menjadi perhatian utama pemerintah daerah," tutup BBS.
