Kualitas udara di Kota Palembang, kembali memburuk Senin (19/10/2026) siang. Tercatat level udara berstatus merah atau sangat tidak sehat. Asap juga terpantau menebal di udara.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan berdasarkan data di Stasiun PM2.5 Musi 2 milik BMKG angka partikulat halus tercatat melonjak hingga mencapai 215,6 µg/m³.
"Udara di Palembang sempat tercatat membaik dengan kategori sedang atau biru pukul 10.00 WIB dan 11.00 WIB. Namun, pukul 12.00 WIB kondisinya kembali memburuk dan langsung berstatus merah atau sangat tidak sehat dengan angka PM2.5 sebesar 215,6 µg/m³," ujarnya, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi kualitas udara yang buruk juga berlanjut pada pukul 13.00 WIB. Angka PM2.5 tercatat menurun menjadi 197,3 µg/m³.
"Pukul 13.00 WIB statusnya juga masih merah atau sangat tidak sehat," katanya.
Wandayantolis mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kondisi asap yang fluktuatif. Menurutnya, kondisi kabut asap masih terus terjadi selama ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel.
Menurutnya, OMC dry ice hanya bersifat sementara dalam mengangkat asap.
"Ketika masih terdapat karhutla di wilayah OKI dan sekitarnya, asap masih akan masuk ke Palembang lagi. Asap akan hilang sampai pelaksanaan OMC dry ice berikutnya. Namun, pendorong asap ini hilang juga karena didorong faktor angin," ungkapnya.
"Faktor atmosfer seperti arah dan kecepatan angin juga cukup signifikan membantu. Sayangnya memang dari sumbernya tidak berkurang banyak karena laju pemadaman kalah cepat dengan laju terbentuknya asap," imbuhnya.
