Asap Kembali Selimuti Palembang Malam Ini, Udara Level Sangat Tidak Sehat

Sumatera Selatan

Asap Kembali Selimuti Palembang Malam Ini, Udara Level Sangat Tidak Sehat

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 18 Okt 2026 21:47 WIB
Asap kembali selimuti Palembang
Asap kembali selimuti Palembang (Foto: Dwi Apriani/detikcom)
Palembang -

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Palembang, Minggu (18/10/2026) malam. Kualitas udara memburuk dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 249,7 µg/m³ pada pukul 20.00 WIB.

Angka tersebut hanya terpaut 0,8 poin dari ambang kategori berbahaya sebesar 250,5 µg/m³. Memburuknya kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara sempat membaik pada saat pagi hingga sore, meskipun tetap pada level tidak sehat.

Salah seorang warga Ilir Barat I Putri mengatakan buruknya kualitas udara ini tak hanya dirasakan saat bernapas, tapi juga terlihat secara kasat mata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal siang tadi sudah membaik, asap mulai terasa hilang. Tapi, sore tadi sampai malam ini kondisi berasap lagi. Saat berkendara juga terasa perih di mata," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Senada disampaikan Ella, yang juga menyebut jika kabut asap mulai terasa tebal pada malam hari.

"Sepertinya asap tebal sekarang beralih di malam hari, karena dalam dua hari terakhir siangnya tidak ada asap," katanya.

"Bau asap juga menempel sampai tercium di baju," tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang mencatat, kualitas udara menjadi sangat tidak sehat terpantau sejak pukul 18.00 WIB sebesar 210,1 µg/m³.

Kondisi itu semakin memburuk pada pukul 19.00 WIB yang terdeteksi sebesar 237 µg/m³ dan tertinggi pukul 20.00 WIB menjadi 249,7 µg/m³

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis memenarkan kenaikan angka PM2.5 terjadi sejak pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, tercatat dalam data sejak pukul 13.00 WIB-17.00 WIB jika kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

"Malam ini sejak pukul 18.00 WIB kembali masuk kategori sangat tidak sehat, padahal sebelumnya tercatat ridak sehat," ujarnya.

"Masyarakat tetap diimbau waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker," sambungnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads