Kebakaran menghanguskan sembilan rumah warga di Desa Tunggul Bulin, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, Jambi. Total kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 2 miliar.
Bupati Merangin M. Syukur turun langsung menemui para korban sekaligus menyalurkan bantuan. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk empati pemda kepada korban terdampak bencana kebakaran.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin turut berduka dan berempati atas musibah kebakaran rumah yang terjadi di Tabir Ilir ini sebanyak sembilan rumah," kata M. Syukur saat menemui warga terdampak, Jumat (16/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Syukur didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin. Kedatangannya disambut Camat Tabir Ilir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala desa, serta masyarakat setempat.
Syukur mengatakan, pemerintah daerah hadir untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka mendapat perhatian. Bantuan logistik dan kebutuhan pokok diserahkan untuk meringankan beban sembilan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
Selain menyalurkan bantuan, Syukur meminta instansi terkait berkoordinasi dalam penanganan pascakebakaran. Sejumlah perangkat daerah yang turut mendampingi di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, BPBD, Pemadam Kebakaran, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
"Koordinasi lintas instansi diperlukan agar kebutuhan warga, mulai dari bantuan sosial, pangan, kesehatan hingga pemulihan pascabencana, dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan," ucap Syukur.
Syukur juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Desember.
Ia meminta warga tidak membakar lahan, kebun, maupun hutan. Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah untuk sementara waktu karena kondisi lingkungan yang kering dapat memicu api dengan cepat.
"Untuk saat ini tidak boleh membakar kebun, membakar hutan. Jika perlu sampah-sampah yang banyak menumpuk di rumah itu jangan dibakar dulu, karena dalam keadaan kering begini mudah sekali api tersulut," tegasnya.
Syukur berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban. Ia juga mengajak masyarakat untuk saling membantu agar keluarga terdampak dapat kembali menata kehidupan setelah musibah tersebut.
"Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga yang terdampak. Masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi," tutup Syukur.
