Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) telah dirasakan warga Kabupaten Lampung Tengah selama hampir tiga pekan. Dinas Kesehatan setempat pun menyiagakan petugas melalui posko kesehatan di wilayah terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Tengah, dr Josi Harnos, mengatakan petugas kesehatan disiagakan secara bergantian untuk mengantisipasi dampak paparan asap terhadap masyarakat, khususnya di Kecamatan Bandar Surabaya.
"Sudah hampir tiga minggu yang lalu. Memang untuk tim kesehatan, kita sudah tempatkan posko di sana bertugas secara bergantian," katanya, Rabu (14/10/2026).
Josi mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan mengenai gangguan kesehatan serius yang secara langsung berkaitan dengan paparan kabut asap tersebut. Meski begitu, petugas kesehatan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya keluhan dari warga.
"Sejauh ini belum dengar dari kepala puskesmasnya. Kalau memang sudah ada laporan, paling mereka antisipasi dengan membagikan masker," ujarnya.
Dinkes Lampung Tengah juga mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan pernapasan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah mereka. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
"Dari awal sudah dijelaskan untuk menjaga kesehatan pernapasan. Salah satunya menggunakan masker," tutur Josi.
Sementara itu, terkait kemungkinan penerapan pembelajaran daring bagi siswa di wilayah terdampak, Josi menyebut kebijakan tersebut bukan rekomendasi langsung dari Dinkes Lampung Tengah.
Dia mengatakan keputusan pembelajaran dari rumah dapat dipertimbangkan oleh instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai kondisi di lapangan.
"Kalau untuk daring, saya baru dengar. Mungkin kalau untuk pertimbangan kesehatan dari mereka sendiri, ya bisa saja," imbuhnya.
Simak Video "Video: Perjuangan Warga Menembus Asap, Jarak Pandang Terbatas Bahayakan Lalu Lintas"
(dai/dai)