17 Titik Panas Terdeteksi di Way Kambas, 8 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

Lampung

17 Titik Panas Terdeteksi di Way Kambas, 8 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Sabtu, 10 Okt 2026 17:40 WIB
Tim gabungan saat memadamkan karhutla di Way Kambas
Foto: Tim gabungan saat memadamkan karhutla di Way Kambas (Dok. Istimewa)
Lampung Timur -

Sebanyak 17 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kabupaten Lampung Timur, Lampung, berdasarkan pemantauan aplikasi Sipongi dan BMKG pada Jumat (9/10/2026). Dari jumlah tersebut, lima titik dipastikan merupakan titik api yang membutuhkan penanganan.

Petugas gabungan terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk mencegah api merambat ke kawasan hutan yang memiliki vegetasi rapat dan lahan gambut.

Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan penanganan karhutla masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari personel TNWK, TNI, Polri, BPBD, mitra pemadam hingga masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pemadaman di sejumlah titik. Upaya ini dilakukan untuk mencegah api meluas, terutama ke kawasan yang memiliki semak rapat dan lahan gambut," kata Yuni, Sabtu (10/10/2026).

Yuni menerangkan, berdasarkan laporan penanganan karhutla Polres Lampung Timur, pemadaman darat difokuskan pada lokasi A dan C, sedangkan pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing dilanjutkan di lokasi B.

ADVERTISEMENT

"Dalam operasi tersebut, tim darat menggunakan pompa dan selang untuk menjangkau titik api. Sementara itu, personel dengan peralatan jet shooter menyisir area yang sama guna memastikan bara api dapat dikendalikan," terang Yuni.

Hasil pemadaman darat di lokasi A dan C dilaporkan mencapai sekitar 8 hektare. Namun, petugas masih menghadapi tantangan karena api dapat merambat melalui bahan bakar bawah berupa gambut.

Pemantauan menggunakan drone pada Jumat pukul 17.00 WIB juga menemukan sejumlah titik api dan kepulan asap di beberapa lokasi.

"Di lokasi C, terpantau dua titik dengan perkiraan luasan masing-masing 0,5 hektare dan 5 hektare. Di lokasi A, ditemukan dua titik dengan perkiraan luasan 0,5 hektare dan titik lainnya belum menunjukkan luasan kebakaran yang terukur," ujar Kabidhumas.

Sementara itu, di lokasi B, kepala api dilaporkan mengecil setelah dilakukan water bombing. Adapun di lokasi D, terpantau asap memanjang dengan perkiraan luasan terdampak sekitar 6 hektare.

Meski demikian, angka-angka tersebut merupakan hasil pemantauan pada titik berbeda dan belum dapat dijadikan sebagai total keseluruhan luas kebakaran karena masih diperlukan pendataan lebih lanjut.

Yuni menerangkan dalam upaya pemadaman, tim gabungan juga menghadapi kendala berupa keterbatasan mesin pemadam bertekanan tinggi.

"Dari peralatan yang tersedia, hanya satu unit mesin bertekanan tinggi yang dilaporkan beroperasi. Selain itu, suhu tinggi, kondisi vegetasi kering, dan angin kencang pada siang hari turut berpotensi memperbesar api," sebutnya.

Keterbatasan jangkauan alat komunikasi berupa handy talky (HT) yang hanya sekitar 1 kilometer juga menjadi tantangan koordinasi di lapangan. Petugas membutuhkan tambahan pompa portabel beserta perlengkapan pendukung untuk memperkuat upaya pemadaman.

Polda Lampung bersama unsur terkait akan terus memantau perkembangan titik panas dan melakukan penanganan secara berkelanjutan guna mencegah kebakaran meluas di kawasan TNWK.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads