Kasus ISPA di Palembang Tembus 6.296 Sepanjang Oktober 2026

Sumatera Selatan

Kasus ISPA di Palembang Tembus 6.296 Sepanjang Oktober 2026

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 12 Okt 2026 20:20 WIB
Petugas medis mendata ulang pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) saat menjalani perawatan di Puskesmas Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (1/9/2026). Pusat Kesehatan Masyarakat Samatiga berupaya menambahkan kamar rawat inap dan petugas kesehatan untuk mengantisipasi meningkatnya pasien kasus ISPA yang sejak tiga bulan terakhir mengalami peningkatan dari 60 kasus pada bulan Juni, 99 kasus bulan Juli dan 125 kasus pada bulan Agustus 2026 akibat dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YU
Foto: Ilustrasi perawatan ISPA (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Palembang -

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih menjadi perhatian di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang mencatat sebanyak 6.296 kasus ISPA selama periode 1-12 Oktober 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Fenty Aprina, mengatakan jumlah kasus tersebut menunjukkan masih tingginya gangguan pernapasan yang dialami masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kasus harian juga mencapai ratusan.

"Untuk kasus ISPA sepanjang Oktober 2026 ini tembus 6.296, dengan total per hari pasien ISPA mencapai 636 kasus," kata Fenty kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan, Kecamatan Sukarami menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi di Palembang. Di kecamatan tersebut, laporan kasus yang ditemukan setiap harinya mencapai lebih dari 60 kasus.

"Kasus paling banyak berada di Kecamatan Sukarami, sekitar 60-an kasus per hari," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Fenty mengungkapkan, jika dihitung secara kumulatif sejak awal tahun, jumlah kasus ISPA di Kota Palembang telah mencapai 137.779 kasus sepanjang 2026.

Menurutnya, September menjadi bulan dengan jumlah kasus ISPA tertinggi selama tahun ini. Pada periode tersebut, Dinkes Palembang mencatat sebanyak 17.434 kasus.

"Di tahun 2026, kasus bulan September terbanyak ISPA sepanjang tahun ini, ada 17.434 kasus," ungkapnya.

Tingginya jumlah kasus tersebut menjadi perhatian Dinkes Palembang, terlebih kondisi kabut asap akibat karhutla masih berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan warga, Dinkes Palembang melakukan penanganan langsung di wilayah yang dinilai membutuhkan pelayanan kesehatan lebih dekat.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendirikan posko kesehatan di kawasan Talang Jambi. Posko tersebut ditujukan untuk mempermudah masyarakat terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Untuk penanganan dampak karhutla, kita memasang posko bencana karhutla di Talang Jambi. Ini untuk jemput bola dalam menangani masyarakat yang terdampak," jelas Fenty.

Dia menjelaskan, Talang Jambi dipilih karena kawasan tersebut memiliki permukiman penduduk yang cukup padat dan juga terdampak kejadian karhutla.

"Wilayah tersebut merupakan kawasan penduduk yang cukup banyak dan juga banyak terjadi karhutla. Jadi kita hadir langsung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Melalui keberadaan posko tersebut, petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan di tengah kondisi udara yang tercemar asap.

Di tengah meningkatnya kasus ISPA, masyarakat Palembang, khususnya warga yang tinggal di kawasan terdampak kabut asap, diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan.

Dinkes mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan partikel pencemar udara.

Warga juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sesak napas, maupun keluhan lainnya yang berpotensi memburuk apabila terus terpapar asap.

Masyarakat yang mengalami keluhan tersebut diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Upaya pencegahan dan penanganan kesehatan ini dinilai penting dilakukan seiring masih berlangsungnya dampak karhutla yang menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, termasuk Palembang.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads