Pemkot Palembang memperkuat penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Atas arahan Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak mendirikan posko kesehatan bagi warga yang terdampak kabut asap.
Salah satu posko didirikan di Perumahan Kartika Mataram, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami. Lokasi tersebut dipilih karena berada tidak jauh dari titik karhutla yang terjadi sebelumnya.
Kepala Dinkes Palembang Fenty Aprina mengatakan posko kesehatan tersebut mulai dioperasikan selama 24 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin kami sudah mendirikan tenda Posko Kesehatan di Perumahan Kartika Mataram, Kelurahan Talang Jambe, di dekat lokasi karhutla semalam," katanya kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Fenty mengungkapkan pelayanan kesehatan di posko itu didukung tenaga medis dari empat puskesmas, yakni Puskesmas Talang Betutu, Talang Jambe, Sukarami, dan Sosial.
"Petugas medis diterjunkan dengan sistem tiga shift. Dengan pola tersebut, pelayanan kesehatan dapat berlangsung sepanjang hari dan malam bagi warga yang membutuhkan," ungkapnya.
Fenty menyebut pendirian posko kesehatan di dekat lokasi karhutla bersifat situasional. Posko akan kembali dibangun apabila ditemukan titik karhutla yang berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat.
"Rencananya tenda posko akan didirikan lagi di spot yang dekat dengan karhutla," ujarnya.
Selain posko yang ditempatkan dekat lokasi karhutla, Dinkes Palembang juga mengaktifkan posko kesehatan di 18 kecamatan. Posko tersebut disiagakan selama 24 jam sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.
Puskesmas di seluruh wilayah Palembang juga tetap membuka pelayanan dengan sistem piket. Hal itu dilakukan untuk memastikan warga tetap bisa memperoleh layanan medis di tengah kondisi udara yang memburuk.
Tak hanya itu, enam puskesmas disiagakan khusus untuk memberikan pelayanan 24 jam kepada warga yang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Enam puskesmas tersebut yakni Puskesmas Pembina, Puskesmas Alang-Alang Lebar, Puskesmas Sukarame, Puskesmas Sei Selincah, Puskesmas Basuki Rahmat, dan Puskesmas Sematang Borang.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan asap. Kelompok yang dinilai rentan antara lain anak-anak, lanjut usia, serta warga yang telah memiliki gangguan pernapasan.
Pemkot Palembang juga meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker.
Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih atau iritasi, maupun gejala ISPA lainnya.
Pemkot Palembang memastikan penanganan karhutla tidak hanya diarahkan pada upaya pemadaman api. Perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap juga menjadi bagian dari langkah penanganan yang dilakukan pemerintah.
