Titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan masih tinggi. Berdasarkan data yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, jumlah hotspot masih berada di kisaran ribuan titik. Terbanyak terpantau di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan hotspot yang terpantau pada Senin (12/10/2026) mencapai 1.324 titik.
"Dari total tersebut, sebanyak 729 titik terpantau berada di Kabupaten OKI. Titik panas di wilayah itu tersebar di lahan gambut 391 titik dan mineral 338 titik," ujar Sudirman, Selasa (13/10/2026).
Selain OKI, Kabupaten Banyuasin juga mencatat jumlah hotspot yang cukup tinggi, yakni 302 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 227 titik berada di lahan gambut dan 75 titik di lahan mineral.
Sementara itu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mencatat 145 titik panas. Rinciannya, 94 titik terdeteksi di lahan gambut dan 51 titik di lahan mineral.
"Total ada 14 daerah yang terdeteksi hotspot. Nihil hotspot terpantau di Pagar Alam, Palembang, dan Prabumulih," katanya.
Sepanjang 2026, titik panas terbanyak terjadi pada 6 Oktober yang mencapai 3.762 titik. Sedangkan sepanjang 1-12 Oktober tercatat sebanyak 28.424 titik.
Jumlah hotspot itu nyaris melampaui angka bulanan September yang tercatat sebanyak 32.789 titik. Sedangkan sepanjang 2026, jumlah yang terpantau sebanyak 77.531 titik.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(dai/dai)