Polisi Beri Trauma Healing Korban Kebakaran Rumah di Atas Lahan Gambut Basel

Bangka Belitung

Polisi Beri Trauma Healing Korban Kebakaran Rumah di Atas Lahan Gambut Basel

Deni Wahyono - detikSumbagsel
Selasa, 13 Okt 2026 12:30 WIB
Polisi saat memberikan trauma healing kepada korban kebakaran rumah di Bangka Selatan
Foto: Polisi saat memberikan trauma healing kepada korban kebakaran rumah di Bangka Selatan (Dok. Polda Babel)
Bangka Selatan -

Sebanyak 60 orang di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel), setelah lahan gambut terbakar dan melahap rumah mereka masih bertahan di tenda pengungsian. Para warga yang masih bertahan diberikan trauma healing oleh pihak kepolisian.

"Kami di sini memberikan pendampingan terhadap warga masyarakat di masa pemulihan trauma pasca peristiwa kebakaran," kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Senin (12/10/2026).

Dengan adanya kegiatan trauma healing ini diharapkan membantu kondisi psikologis korban terdampak. Sejumlah kegiatan juga dilakukan terutama terhadap anak-anak untuk memulihkan trauma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada masa pemulihan jajaran kepolisian Polda Babel senantiasa selalu memberikan pelayanan dan pendampingan kepada warga masyarakat yang terdampak musibah kebakaran. Dengan kebersamaan antara Polri bersama masyarakat Insya Allah masa sulit ini dapat terlewati dengan baik dan kembali bangkit untuk melanjutkan kehidupan selanjutnya," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Agus juga menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

"Kami keluarga besar Polri menyampaikan rasa prihatin dan empati yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa masyarakat di Dusun Serdang. Kami memahami bahwa musibah ini membawa duka, kehilangan serta dampak yang tidak mudah bagi masyarakat yang terdampak," terangnya.

"Di tengah situasi tersebut, kami berharap seluruh warga diberikan kekuatan, ketabahan, dan semangat untuk bangkit kembali. Kami berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan baik, kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi, serta seluruh pihak terus bergotong royong memberikan dukungan dan bantuan," tambahnya.

Tak hanya itu, polisi juga memberikan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat di tenda pengungsian bersama instansi terkait.

Sebagaimana diketahui, kobaran api yang merambat dan membakar 305 rumah semi permanen dan permanen pada Sabtu (10/10) petang, itu diduga berasal dari tebakarnya lahan gambut 8,3 hektare. Kobaran api berhasil dipadamkan, pada Minggu (11/10) dini hari, pukul 00.30 WIB, setelah tim gabungan diterjunkan ke lokasi.

Selanjutnya, sebanyak 500-an orang yang menempati rumah semi permanen tersebut harus tinggal di tempat pengungsian yang disediakan pemerintah dan instansi terkait. Selang sehari, ratusan orang memilih pulang ke kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dan kerabat dekatnya di Kabupaten Bangka Selatan. Sisanya bertahan yakni 60 orang.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads