PemerintahKabupaten Bangka Selatan (Basel) membuka membuka kantor pelayanan administrasi di lokasi pengungsian. Layanan ini dibuka untuk mengantisipasi adanya berkas warga yang terbakar.
"Langkah awal kemarin saya bikin surat bahwa Dusun Serdang tanggap darurat. Termasuk kami buka kantor pelayanan administrasi di situ, untuk antisipasi berkas warga yang terbakar," terang Bupati Basel Riza Herdavid kepada detikSumbagsel, Senin (12/10/2026).
Reza mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait warga terdampak kebakaran tersebut dan rencana membangun ulang semua rumah semi permanen yang terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini masih didata, dikaji. Dan prinsipnya gotong royong," terangnya singkat.
Menurut Riza, pihaknya saat ini masih fokus terhadap kebutuhan dasar di tempat pengungsian seperti Sembako dan sandang pangan. Kata dia, bantuan terus berdatangan baik dari TNI, Polri, instansi terkait dana swasta serta relawan.
"Pasca kebakaran untuk pemulihan intinya mereka minta suport material berupa kayu seng dan paku. Karena rata-rata yang terbakar rumahnya terbuat dari kayu dan seng," ungkapnya.
"Jadi setelah kebutuhan dasarnya terpenuhi. Kami akan fokus ke pemulihan pemukiman," timpalnya.
Reza mengatakan saat ini situasi di lokasi berjalan aman dan kondusif. Titik api juga telah padam. Sebagian pengungsi juga telah pulang ke kampung halaman di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).
"(Mereka) ada yang balik ke Sumsel. Ada yang ke rumah saudaranya di desa tetangga misalnya Desa Sebagin. Infonya rata-rata dari Sumsel," ungkapnya,
"Infonya 60 orang, ibu-ibu dan anak-anak, rata-rata yang ditenda sementara dan bangunan SD 7," tutupnya.
Sebelumnya, peristiwa kebakaran lahan gambut tersebut terjadi pada Sabtu (10/10) pukul 17.20 WIB, di di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba. Kobaran api berhasil dipadamkan, Minggu (11/11) pukul 00.30 WIB. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, namun sebanyak 305 rumah dan 50 gedung walet terbakar. Dan sebanyak 500-an orang diungsikan.
