Jumlah Pengungsi Kebakaran Lahan Gambut di Basel Tinggal 60 Orang

Bangka Belitung

Jumlah Pengungsi Kebakaran Lahan Gambut di Basel Tinggal 60 Orang

Deni Wahyono - detikSumbagsel
Senin, 12 Okt 2026 15:20 WIB
Dapur Polda Babel untuk pengungsi yang rumahnya ludes terbakar di Bangka Selatan
Dapur Polda Babel untuk pengungsi yang rumahnya ludes terbakar di Bangka Selatan (Foto: Istimewa/Polda Babel)
Bangka Selatan -

Jumlah pengungsi kebakaran lahan gambut di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), yang menyebabkan 305 rumah semi permanen terbakar berkurang drastis. Dari 500-an orang yang mengungsi tersisa 60 orang.

Sebagian pengungsi banyak dilaporkan pulang ke daerah asalnya Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

"(Mereka) ada yang balik ke Sumsel. Ada yang ke rumah saudaranya di desa tetangga misalnya Desa Sebagin. Infonya rata-rata dari Sumsel," kata Bupati Bangka Selatan (Basel) Riza Herdavid kepada detikSumbagsel, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Infonya 60 orang, ibu-ibu dan anak-anak, rata-rata yang di tenda sementara dan bangunan SD 7," sambungnya.

Riza menegaskan lokasi yang dibangun rumah semi permanen dulunya adalah kawasan hutan lindung yang dibebaskan jadi wilayah permukiman warga. Kata dia, sebagian warga yang tinggal di lokasi juga tak memiliki sertifikat tahan.

ADVERTISEMENT

"Info yang saya dapat, rata-rata belum ada sertifikat. (Lokasi rumah) baru 2025 dibebaskan dari hutan lindung oleh pusat untuk wilayah permukimannya," tegasnya.

Ia menyebut rata-rata warga yang rumahnya terbakar meminta bantuan material untuk mendirikan rumah semi permanen mereka. Untuk diketahui, rumah yang terbakar terbuat dari kayu dan seng dan berdiri di atas lahan gambut.

"Pasca kebakaran untuk pemulihan intinya mereka minta suport material berupa kayu seng dan paku. Karena rata-rata yang terbakar rumahnya terbuat dari kayu dan seng," tegasnya kembali.

Ia menambahkan, saat ini di lokasi terdapat pos pengungsian termasuk dapur lapangan yang didirikan oleh Polda Bangka Belitung. Untuk bantuan sembako terus bergulir.

"Langkah selanjutnya, mari kita gotong royong fokus ke pascabencana, kita fokus ke pemulihan. Langkah-langkahnya pun sudah kami koordinasikan kepada pihak-pihak terkait termasuk Provinsi dan pusat," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso juga membenarkan jumlah pengungsi akibat kebakaran lahan gambut telah berkurang drastis. Kata dia, sebagian pulang dan sebagainya ke rumah kerabatnya.

"Update data warga yang masih bertahan di pengungsian sekitar 50-60 orang saat ini. Sebagian masyarakat yang terdampak tinggal di rumah kerabat," katanya singkat.

Sebelumnya, lahan gambut seluas 8,3 hektare di Kabupaten Bangka Selatan terbakar. Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa, tapi sebanyak 305 rumah dan 50 gedung walet terbakar. Akibatnya, 500-an orang harus tinggal di tempat pengungsian dan sebagian kerabatnya.

Peristiwa kebakaran lahan gambut tersebut terjadi pada Sabtu (10/10) pukul 17.20 WIB, di di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba. Kobaran api berhasil dipadamkan, Minggu (11/11) pukul 00.30 WIB.

"Dugaan, api berasal dari kebakaran lahan gambut seluas kurang lebih 8,3 hektar yang merambat ke pemukiman warga," ujar kata Kombes Agus Sugiyarso kepada detikSumbagsel, Minggu (11/11).



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads