Lahan gambut yang terbakar di Bangka Selatan dan menyebabkan 305 rumah hangus dilalap api kini sudah padam. Polisi menyebut titik-titik api di lahan gambut dan rumah yang terbakar sepenuhnya telah padam.
"Apinya sudah padam," kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Minggu (12/10/2026).
Meskipun demikian, lanjut Kabid, ratusan personel masih disiagakan di lokasi pengungsian untuk membantu warga yang masih bertahan sekaligus memantau titik api.
"Tim gabungan masih standby di lokasi untuk pendinginan lokasi dan sebagai antisipatif bila muncul titik api di lokasi," tegas Kabid Humas.
Agus belum bisa memastikan secara pasti lahan gambut seluas 8,3 hektare itu dibakar atau terbakar hingga menyebabkan 305 rumah dan 50 gedung walet ikut ludes. Ia hanya menyebut jika api yang meludeskan ratusan rumah itu diduga kuat dari kobaran api lahan gambut yang tak jauh dari lokasi pemukiman rumah semi permanen tersebut.
"Tim Inafis Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Polres Basel masih melakukan penyelidikan intensif terkait penyebab kebakaran," jelasnya.
Agus juga menyebutkan, saat ini di lokasi pengungsian masih tersisa sekitar 60 orang yang bertahan dari 500 orang. Sebagian besar pengungsi tinggal di tempat keluarga dan pulang ke Palembang, Sumsel.
"Hari ini terlihat sekitar 50-60 orang di pengungsian. Jumlah masyarakat yang terdampak masih fluktuatif dan dalam pendataan tim. Namun terus berkurang dikarenakan sebagian masyarakat terdampak tinggal di rumah kerabat," tambahnya.
Untuk diketahui, Peristiwa kebakaran lahan gambut tersebut terjadi pada Sabtu (10/10) pukul 17.20 WIB, di di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba. Kobaran api berhasil dipadamkan, Minggu (11/11) pukul 00.30 WIB. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, namun sebanyak 305 rumah dan 50 gedung walet terbakar.
Simak Video "Video: Sejumlah Rumah Terbakar di Lengkong Bandung, 1 Orang Tewas"
(dai/dai)