Tim SAR Gabungan Evakuasi Sekeluarga Terjebak Kebakaran di Bangka Selatan

Bangka Belitung

Tim SAR Gabungan Evakuasi Sekeluarga Terjebak Kebakaran di Bangka Selatan

Deni Wahyono - detikSumbagsel
Minggu, 11 Okt 2026 22:40 WIB
Proses evakuasi ibu dan anak yang terjebak di area kebakaran.
Proses evakuasi ibu dan anak yang terjebak di area kebakaran. (Foto: Istimewa/Basarnas Babel)
Bangka Selatan -

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu keluarga yang sempat terjebak di pondok saat 305 rumah di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), terbakar. Satu keluarga itu terdiri dari ibu dan anaknya.

"Di tengah penyisiran malam hari, tim SAR berhasil menemukan satu keluarga bersama anak-anak yang masih bertahan di dalam sebuah pondok di area dusun tersebut," jelas Kepala Basarnas Babel Mikel Rachman Junika dalam keterangannya, Minggu (11/11/2026).

"Mereka berada dalam kondisi terisolasi dengan kepungan asap pekat sisa kebakaran hebat. Petugas segera mengamankan serta mengevakuasi keluarga tersebut menuju titik pengungsian yang lebih aman," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa itu bermula saat Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima permintaan bantuan evakuasi terhadap warga yang diduga masih berada di sekitar area puing-puing bangunan, pada Sabtu (10/10) malam. Lokasinya di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

"Setelah menerima permintaan bantuan evakuasi dari Damkar Bangka Selatan, kami segera mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Toboali untuk menyisir area terdampak," terangnya.

ADVERTISEMENT

Tiba di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan Pemkab Basel, TNI, Polri, Damkar, dan BPBD. Tim SAR kemudian melakukan penyisiran di area kebakaran dan berhasil mengevakuasi keluarga tersebut.

"Prioritas utama kami adalah memastikan tidak ada warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan, yang terjebak di antara reruntuhan atau terancam oleh asap pekat. Sinergi yang kuat bersama Pemkab Bangka Selatan, TNI, Polri, Damkar, dan BPBD membuat proses evakuasi di lapangan berjalan responsif dan terarah," ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan dari pihak damkar Bangka Selatan kebakaran itu bermula adanya api yang merambat dari kebakaran lahan gambut tak jauh dari pemukiman warga setempat.

"Peristiwa tersebut berawal ketika api dari hutan menjalar ke salah satu rumah warga di Dusun Serdang. Angin yang bertiup kencang membuat si jago merah menyebar dengan cepat dan melahap deretan bangunan satu per satu. Warga yang kewalahan mengendalikan api segera menghubungi Tim Gabungan untuk meminta pertolongan," tambahnya.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki lahan gambut di Bangka Selatan (Basel) yang terbakar hingga mengakibatkan 305 rumah warga termasuk 50 gedung walet dilalap api. Lahan gambut yang terbakar yakni 8,3 hektare.

"Penyebab kebakaran masih didalami. Tim akan melakukan olah TKP," kata kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso kepada detikSumbagsel, Minggu.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 500 warga yang rumahnya terbakar tinggal di tempat pengungsian di SDN 07 Simpang Rimba dan Masjid Al Muhajirin. Polisi menyebut dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.

"Iya, jumlah warga yang terdampak kurang lebih 500 orang. Warga masyarakat berada di 2 lokasi pengungsian sebagian ke rumah keluarganya," ungkapnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads