Satuan Brimob Polda Bangka Belitung (Babel) mendirikan dapur umum untuk warga terdampak kebakaran lahan gambut 8,3 hektare yang melahap 305 rumah di daerah Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Dapur tersebut untuk membantu 500 warga di dua lokasi pengungsian.
Diketahui, peristiwa kebakaran lahan gambut yang apinya diduga merambat ke 305 rumah dan 50 gedung walet tersebut terjadi di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Sabtu (10/10) pukul 17.20 WIB. Kobaran api berhasil dipadamkan, Minggu (11/11) pukul 00.30 WIB.
"Selain membantu proses penanganan kebakaran, personel Brimob juga mendirikan dapur lapangan untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah," kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso kepada detikSumbagsel, Minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Agus, 305 rumah yang terbakar adalah rumah permanen dan semi permanen. Akibat dari peristiwa ini, 500 warga harus menempati tempat pengungsian yakni di SDN 07 Simpang Rimba dan Masjid Al Muhajirin Desa setempat.
"Sesuai arahan Bapak Kapolda, polisi harus hadir dan bersama masyarakat terutama saat-saat seperti ini. Kita harapkan ini bisa membantu meringankan beban saudara kita yang disana yang terdampak musibah," terangnya.
"Iya, jumlah warga yang terdampak kurang lebih 500 orang. Warga masyarakat berada di 2 lokasi pengungsian sebagian ke rumah keluarganya," sambungnya.
Selain mendirikan dapur lapangan, Polda Babel juga mengerahkan Tim Kesehatan dari Dokkes dan Tim Trauma Healing dari Biro SDM dan Dit Binmas. Tim ini bertugas membantu masyarakat di tempat pengungsian.
"Termasuk ada juga tim kesehatan, tim trauma healing diterjunkan ke sini. Tentunya ini merupakan wujud kehadiran Polri dan kita pastikan untuk berikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," sebutnya.
Saat ini, polisi menyelidiki lahan gambut di Basel yang terbakar hingga mengakibatkan 305 rumah warga termasuk 50 gedung walet dilalap api. Lahan gambut yang terbakar yakni 8,3 hektare.
"Penyebab kebakaran masih didalami. Tim akan melakukan olah TKP," katanya.
"Untuk korban jiwa sementara masih nihil atau belum ada laporan. Sedangkan jumlah rumah semi permanen dan permanen yang terbakar diperkirakan kurang lebih ada 305 rumah. Lalu, ada 50 unit gedung walet juga terbakar," sambungnya.
