Gubernur Jambi Al Haris mendorong anak muda, khususnya mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, berani membangun usaha sendiri. Dorongan ini disampaikan setelah data BPS Provinsi Jambi menunjukkan jumlah penduduk bekerja lulusan perguruan tinggi yang berstatus berusaha sendiri turun menjadi 23.008 orang pada 2025.
Jumlah tersebut berkurang 3.316 orang dibandingkan 2024 yang mencapai 26.324 orang. Data ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperkuat semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
"Mahasiswa harus mampu melihat berbagai tantangan bukan hanya sebagai hambatan, tetapi sebagai peluang untuk menciptakan usaha, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat," kata Al Haris dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Senin (12/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al Haris menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pendidikan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga perlu mendorong kreativitas, inovasi, dan keberanian menangkap peluang bisnis.
Menurutnya, perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif membuka kesempatan bagi anak muda untuk merintis usaha dengan berbagai model bisnis. Peluang tersebut perlu dimanfaatkan agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya bergantung pada ketersediaan lowongan pekerjaan.
"Ketika jumlah penduduk berpendidikan perguruan tinggi yang memilih jalur berusaha sendiri mengalami penurunan, maka diperlukan upaya bersama untuk mendorong dan memperkuat kembali semangat kewirausahaan, khususnya di kalangan generasi muda," ujarnya.
Pemprov Jambi mendorong perguruan tinggi memperluas ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha. Upaya itu dapat dilakukan melalui pelatihan, pendampingan bisnis, inkubasi usaha, pengembangan produk, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.
Dukungan terhadap wirausaha muda juga sejalan dengan program prioritas PRO Jambi Tangguh. Program tersebut mencakup bantuan modal kerja bagi pelaku UMKM, industri rumah tangga, startup, dan kalangan milenial.
Al Haris berharap dukungan dari pemerintah dan perguruan tinggi dapat membantu mahasiswa mengembangkan ide menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan. Dengan begitu, kewirausahaan tidak hanya menjadi pilihan setelah sulit mendapatkan pekerjaan, tetapi juga menjadi peluang untuk membangun kemandirian ekonomi.
Al Haris berharap generasi muda Jambi mampu memanfaatkan peluang, terus berinovasi, dan berani mengambil langkah untuk membangun usaha sendiri.
"Mari kita persiapkan generasi muda Jambi agar mampu melihat masa depan dengan optimisme, berani mengambil peluang, terus belajar dan berinovasi, serta memiliki semangat untuk membangun daerah. Karena masa depan Jambi sangat ditentukan oleh kualitas dan kesiapan generasi mudanya hari ini," pungkasnya.
