Kebakaran lahan gambut di Bangka Selatan (Basel), Bangka Belitung, menyebabkan 305 rumah warga ikut terbakar. Hingga kini, titik api di lokasi tersebut belum sepenuhnya padam.
Polisi menyebut rumah yang terbakar dibangun di atas lahan gambut. Hingga kini, tim SAR gabungan melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.
"Kita bersama dengan Damkar, kemudian bersama dengan mobil AWC kita, kemudian dengan instansi terkait kita juga tetap melakukan pemadaman. Karena apa? ini kan gambut," kata Wakapolda Brigjen Murry Mirranda kepada wartawan saat meninjau pos pengungsian, Minggu (11/10/2026) malam.
"Di bawahnya juga masih ada api. Jadi sementara ini kita tetap berjibaku gimana untuk saling membantu supaya tidak ada titik-titik api lagi nanti yang akan memungkinkan timbulnya kebakaran kembali," sambungnya.
Wakapolda Murry menyebut dalam kasus kebakaran lahan gambut tersebut tidak ada korban jiwa, namun 305 rumah ludes terbakar. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Polisi menyebut rumah semi permanen yang terbakar berdiri di atas lahan gambut.
"Kita ketahui bahwa memang kerapatan dari rumah disini dan di bawahnya juga gambut. Jadi memang kita masih melakukan investigasi terkait masalah penyebab dari kebakaran. Tim Inafis kita sudah melakukan penyidikan awal mula untuk mengungkap penyebab kebakaran ini," tegasnya.
Dari kepolisian sendiri, lanjut Wakapolda, pihaknya telah menerjunkan 213 personel baik dari Polda dan Polres. Personel ini akan disiagakan di lokasi termasuk untuk memantau titik api hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Kita akan menampung terkait masalah bantuan-bantuan sosial, terkait masalah sembako kemudian pakaian-pakaian layak pakai yang sementara kita sudah siapkan. Polda juga sudah menyiapkan tiga truk dari sembako dan pakaian layak pakai," tegasnya.
Untuk diketahui, polisi telah membuat dapur lapangan untuk membantu 500 orang warga yang rumahnya terbakar. Dapur itu terletak di SDN 07 Simpang Rimba dan Masjid Al Muhajirin.
"Untuk pihak kepolisian sudah membentuk posko, di posko peduli bencana sosial, kemudian juga sudah membuat posko kesehatan dan juga sudah menempatkan dapur lapangan serta water treatment di sini untuk membantu masyarakat," terangnya.
"Disamping itu ada instansi lain juga yang sudah bahu-membahu dengan kita bersama-sama, yaitu termasuk dari Dinas Sosial, kemudian BPBD dan dari dinas lainnya yang membantu masyarakat di sini," timpalnya.
Diberitakan sebelumnya, lahan gambut seluas 8,3 hektare di Kabupaten Bangka Selatan terbakar. Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa, tapi sebanyak 305 rumah dan 50 gedung walet terbakar. Akibatnya, 500-an orang harus tinggal di tempat pengungsian dan sebagian kerabatnya.
Peristiwa kebakaran lahan gambut tersebut terjadi pada Sabtu (10/10) pukul 17.20 WIB, di di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba. Kobaran api berhasil dipadamkan, Minggu (11/11) pukul 00.30 WIB.
"Dugaan, api berasal dari kebakaran lahan gambut seluas kurang lebih 8,3 hektar (sebelumnya 4 hektar) yang merambat ke pemukiman warga," ujar kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso kepada detikSumbagsel, Minggu (11/11/2026).
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(dai/dai)