Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/10/2026). Sejumlah penerbangan dilaporkan mengalami gangguan, baik keberangkatan maupun kedatangan.
Gangguan tersebut terjadi akibat kondisi jarak pandang yang memengaruhi operasional penerbangan. Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 12.30 WIB, terdapat tujuh penerbangan keberangkatan dan delapan penerbangan kedatangan yang masuk dalam daftar penerbangan terdampak.
Humas Bandara SMB II Palembang, Nidia Besthonie, membenarkan adanya gangguan terhadap sejumlah penerbangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, pada Sabtu siang, jarak pandang atau visibility tercatat mencapai 5.000 meter," katanya dalam rilis yang diterima detikSumbagsel, Sabtu (10/10/2026).
Nidia mengungkapkan sektor keberangkatan (departure), penerbangan yang terdampak meliputi JT246 rute Palembang-Batam dengan status RTA, TR255 rute Palembang-Singapura, IU302 rute Palembang-Pangkalpinang, SI7296 rute Palembang-Pagar Alam, QG987 rute Palembang-Jakarta, IU964 rute Palembang-Kualanamu, serta AK461 rute Palembang-Kuala Lumpur.
Sementara itu, pada sektor kedatangan (arrival), terdapat delapan penerbangan yang masuk dalam daftar terdampak. Penerbangan tersebut yakni TR255 dari Singapura, SI7295 dari Pagar Alam, QG9962 dari Jakarta, IU933 dari Yogyakarta International Airport (YIA), AK462 dari Kuala Lumpur, QG980 dari Jakarta, GA102 dari Jakarta, dan GA104 dari Jakarta.
Kondisi kabut asap menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kelancaran operasional penerbangan, terutama ketika jarak pandang tidak memenuhi ketentuan minimum keselamatan yang berlaku.
Pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi operasional penerbangan seiring situasi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara.
Calon penumpang diimbau untuk memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing guna memperoleh informasi terbaru terkait jadwal keberangkatan maupun kedatangan.
Gangguan penerbangan ini menjadi salah satu dampak karhutla yang perlu diwaspadai, selain penurunan kualitas udara dan ancaman gangguan kesehatan bagi masyarakat akibat paparan asap.
