BMKG Minta Warga Waspadai Gelombang 4 Meter di Lampung

Lampung

BMKG Minta Warga Waspadai Gelombang 4 Meter di Lampung

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 08 Okt 2026 10:30 WIB
Badai Marie mengancam sejumlah wilayah pantai selatan California, Amerika Serikat, Minggu (6/9/2026). Cuaca ekstrem tersebut memicu gelombang tinggi dan arus laut kuat yang membahayakan aktivitas di kawasan pesisir.. REUTERS/David Swanson
Foto: Ilustrasi ombak laut (REUTERS/David Swanson)
Lampung -

Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi menerjang sejumlah perairan Lampung dalam beberapa hari ke depan. BMKG mengungkap kondisi ini dipengaruhi peningkatan angin akibat perbedaan tekanan udara hingga swell dari Samudra Hindia.

Peringatan dini gelombang tinggi tersebut berlaku mulai Kamis (8/10/2026) hingga Minggu (11/10/2026).

Forecaster BMKG Eka Suci Puspita W mengatakan gelombang 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian selatan Lampung dan Perairan Barat Lampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecepatan angin berkisar antara 2 hingga 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, serta Teluk Lampung bagian selatan dan utara,"katanya, Rabu (7/10/2026).

Eka menjelaskan secara klimatologis angin kencang dan gelombang tinggi biasanya lebih sering terjadi pada periode Juni hingga September. Namun, pola tersebut belakangan dapat mengalami perubahan.

ADVERTISEMENT

"Secara klimatologis gelombang dan angin kencang biasanya terjadi di periode Juni, Juli, Agustus, September. Tetapi belakangan ini sudah sering berganti polanya," jelas dia.

Menurut Eka, kondisi angin dan gelombang menjelang akhir tahun juga dapat dipengaruhi fenomena iklim global, termasuk La Nina dan El Nino.

"Untuk tahun di mana La Nina aktif pada bulan November-Desember, angin dan gelombang meningkat drastis," ujarnya.

Namun, Eka menyebut pihaknya belum dapat memastikan apakah angin dan gelombang tinggi akan terus terjadi hingga akhir tahun.

"Kalau ditanya apakah sampai akhir tahun gelombang dan angin masih tinggi, saya pribadi sebagai forecaster belum bisa memastikan," katanya.

Dia menjelaskan pola tersebut dapat berbeda tergantung fenomena iklim yang berkembang. Pada tahun ketika El Nino aktif, angin dan gelombang cenderung tidak terlalu tinggi.

BMKG Maritim Lampung menjelaskan gelombang tinggi di Perairan Barat Lampung juga dipengaruhi tekanan tinggi di wilayah Samudra Hindia dekat Australia.

Perbedaan tekanan antara Belahan Bumi Selatan (BBS) dan Belahan Bumi Utara (BBU) dapat meningkatkan kecepatan angin. Kondisi itu kemudian turut memicu peningkatan tinggi gelombang.

"Penyebab gelombang tinggi di perairan pesisir barat karena pengaruh tekanan tinggi di wilayah Samudra Hindia dekat Australia. Perbedaan tekanan antara BBS dan BBU menyebabkan peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang," imbuh Eka.

Selain itu, gelombang di perairan barat Lampung umumnya juga dipengaruhi swell atau alun gelombang dari Samudra Hindia.

"Pembangkit gelombang di perairan barat itu biasanya adalah swell atau alun dari Samudra Hindia," jelasnya.

Selain gelombang 2,5-4 meter, gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Teluk Lampung bagian selatan dan utara.

BMKG mengingatkan kondisi tersebut dapat membahayakan sejumlah jenis kapal. Perahu nelayan berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter. Sedangkan kapal feri perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.

BMKG mengimbau nelayan dan pelaku pelayaran memperhatikan perkembangan cuaca dan tinggi gelombang sebelum melakukan aktivitas di perairan Lampung.

Peringatan dini gelombang tinggi berlaku mulai 8 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 11 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads