Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menggeruduk kantor Gubernur Sumsel, Selasa (6/10/2026). Dalam aksinya massa meminta Herman Deru turun karena tidak bisa mengatasi karhutla yang berdampak pada kabut asap di Palembang.
Massa mahasiswa datang dengan membawa sejumlah aspirasi yang mereka sebut sebagai suara masyarakat. Mereka kemudian menyampaikan tuntutan tersebut di depan Kantor Gubernur Sumsel.
Koordinator BEM SI Sumsel Adrian mengatakan aksi tersebut kembali dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang selama ini mereka terima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kembali lagi kita berdiri, kita turun jalan. Kita di sini untuk menyampaikan apresiasi dari masyarakat di luar sana yang mengeluhkan apa yang mereka rasakan," kata Adrian saat orasi di depan gerbang kantor Gubernur Sumsel, Selasa.
Dalam aksi tersebut, massa juga meneriakkan tuntutan terhadap Gubernur Sumsel Herman Deru. Seruan 'turunkan Herman Deru' terdengar dari massa mahasiswa yang berkumpul di depan Kantor Gubernur Sumsel.
"Turunkan Herman Deru, turunkan Herman Deru," teriak massa aksi.
Adrian mengatakan massa BEM SI Sumsel sebenarnya telah bersiap sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, hingga aksi berlangsung, mereka mengaku belum melihat sosok yang ingin ditemui.
"Kita di sini sudah prepare jam 2. Kita tidak melihat sosok yang ingin kita temui teman-teman," ujarnya.
Lebih lanjut Adrian menyampaikan kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi Sumsel yang tak terlihat oleh massa aksi.
"15 kampus hari ini kami turun Pak, tidak melihat batang hidung Gubernur (Herman deru). Kami tidak mau di wakilkan yang menemui kami pak," ujarnya.
