Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menebal di Kota Jambi dan Muaro Jambi. Kondisi ini membuat kualitas udara masuk kategori berbahaya dan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Berdasarkan pantauan pada Senin (5/10/2026) pagi, kabut asap terlihat cukup pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kota Jambi. Bau asap juga semakin terasa, sementara jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi terus berubah dan berada pada kondisi terbatas.
Pada pukul 11.00 WIB, parameter PM2.5 di Kota Jambi tercatat mencapai 391, sedangkan di Muaro Jambi mencapai 495. Kedua angka tersebut masuk kategori berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak kabut asap juga dirasakan sektor penerbangan. Sedikitnya delapan penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang yang belum stabil.
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Ardon Marbun mengatakan sejumlah penerbangan pagi masih dapat diberangkatkan. Namun, delapan penerbangan lainnya harus mengalami penundaan.
"Iya, dua penerbangan pagi tadi sudah berangkat. Untuk delapan penerbangan rute Jakarta-Jambi dan Jambi-Jakarta mengalami keterlambatan (delay)," kata Ardon.
Dua penerbangan yang berhasil berangkat yakni Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) pada pukul 06.01 WIB dengan jarak pandang sekitar 750 meter. Kemudian Batik Air ID 6879 rute Kualanamu-Medan (KNO) berangkat pukul 08.00 WIB saat jarak pandang sekitar 600 meter.
Meski demikian, kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha berubah-ubah sepanjang pagi. Pada pukul 06.00 WIB jarak pandang tercatat 750 meter, kemudian meningkat menjadi 900 meter pada pukul 06.30 WIB.
Jarak pandang sempat mencapai 1.100 meter pada pukul 07.00 WIB. Namun kembali turun menjadi 800 meter pada pukul 07.30 WIB dan hanya 600 meter pada pukul 08.00 WIB.
Selanjutnya, jarak pandang tercatat 1.000 meter pada pukul 08.30 WIB, turun menjadi 900 meter pada pukul 09.00 WIB dan kembali menjadi 800 meter pada pukul 09.30 WIB.
Adapun penerbangan kedatangan yang terdampak yakni Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep, Citilink QG 960 dari Jakarta, Batik Air ID 6804 dari Jakarta dan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta.
Sementara penerbangan keberangkatan yang mengalami keterlambatan yakni Susi Air SI 7223 tujuan Kerinci, Citilink QG 961 tujuan Jakarta, Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta.
Ardon mengatakan penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan keselamatan penerbangan. Pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai serta instansi terkait selama kondisi kabut asap masih mengganggu jarak pandang.
"Tim operasional Bandara telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan," ujarnya.
Selain itu, informasi terkait perkembangan penerbangan terus diperbarui. Penumpang diminta memperhatikan informasi terbaru karena jadwal keberangkatan maupun kedatangan dapat berubah mengikuti kondisi jarak pandang.
"Kami secara rutin melakukan pembaruan informasi terkait jadwal keberangkatan atau kedatangan penerbangan yang terdampak kabut asap," kata Ardon.
Kabut asap ini terjadi di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Jambi. Kondisi tersebut tidak hanya memperburuk kualitas udara, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi udara.
Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi mengutamakan keselamatan penerbangan selama jarak pandang masih fluktuatif akibat kabut asap.
"Kami mengimbau seluruh penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari pihak maskapai maupun Bandara Sultan Thaha. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama, sehingga penyesuaian jadwal akan dilakukan sesuai dengan kondisi jarak pandang di lapangan," ujar Ardon.
