Heboh Pasien Meninggal gegara Ambulans Terjebak Macet Saat CFN Lubuklinggau

Sumatera Selatan

Heboh Pasien Meninggal gegara Ambulans Terjebak Macet Saat CFN Lubuklinggau

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Senin, 05 Okt 2026 18:40 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi tewas (Foto: Dok.Detikcom)
Lubuklinggau -

Kabar seorang pasien meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau, Sumatera Selatan, setelah ambulans yang membawanya disebut terjebak kemacetan saat pelaksanaan uji coba program Car Free Night (CFN), Viral di media sosial Facebook. Pemkot Lubuklinggau memastikan informasi tersebut tidak benar.

Dalam unggahan video tersebut, disebutkan bahwa anggota keluarganya meninggal sebelum sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit pada Sabtu (3/10/2026) malam.

Warga tersebut mengatakan ambulans yang membawa keluarganya terhambat akibat penutupan sejumlah ruas jalan dalam pelaksanaan uji coba CFN yang diadakan di koridor Simpang RCA hingga kawasan Masjid Agung As-Salam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Assalamualaikum min, ini keluhan saya terhadap program car free night Linggau. Wak (Oom) aku barusan meninggal dunia dalam perjalanan sebelum sampai ke rumah sakit AR bunda yang seharusnya sadar kalau di lokasi situ ada RS yang di mana jalan harus lancar untuk ambulance lewat, tapi kenyataanya sekarang malah macet parah," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lubuklinggau Ervan Affansyah mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran dan konfirmasi langsung ke Rumah Sakit AR Bunda terkait informasi tersebut. Ia menegaskan informasi yang diberitakan tersebut tidak benar.

ADVERTISEMENT

"Jadi berdasarkan hasil penelusuran, investigasi kami di lapangan, dan konfirmasi ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau, dipastikan informasi adanya korban yang meninggal di dalam ambulans karena keterlambatan saat mengantar ke rumah sakit karena adanya CFN itu tidak benar atau hoax," katanya, Senin (5/10/2026).

Ervan mengatakan berdasarkan hasil pengecekan pihaknya, memang terdapat satu pasien yang meninggal pada saat pelaksanaan CFN. Namun, pasien tersebut telah berada di Rumah Sakit AR Bunda ketika meninggal dunia, bukan pada saat perjalanan.

"Investigasi kami pada hari Minggu (4/10/2026) kemarin ke AR Bunda untuk memastikan adakah korban pada saat pelaksanaan CFN kemarin. Ternyata saat itu memang ada satu, tapi sudah di AR Bunda meninggalnya, bukan di perjalanan," ujarnya.

Ervan menambahkan informasi tersebut diluruskan agar masyarakat Lubuklinggau tidak termakan kabar yang dinilai tidak sesuai dengan fakta.

"Jadi kapasitas Kominfo hanya meluruskan pemberitaan kemarin. Kami tegaskan pemberitaan kemarin itu hoax," tegasnya.

Ervan juga mengaku jika pelaksanaan CFN di Lubuklinggau masih dalam tahap uji coba. Maka dari itu, Pemerintah Kota Lubuklinggau akan melakukan evaluasi, termasuk terkait pengaturan jalur dan tata letak pelaku UMKM.

"Khusus untuk CFN nanti akan dievaluasi lagi dari segi jalur dan tata letak UMKM sehingga semua pihak terdampak hal positif dari kegiatan ini," ujarnya.

Menurutnya, kondisi lalu lintas saat pelaksanaan CFN secara umum masih dapat dikendalikan. Petugas di lapangan juga disebut sigap membuka akses ketika terdapat ambulans maupun kendaraan darurat lainnya.

"Proses CFN ini masih dicoba dan kondisi kemarin itu lancar. Kawan-kawan petugas di lapangan sigap membuka jalur untuk ambulans dan mobil lainnya seperti Damkar," katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lubuklinggau AKP Desi Azhari mengatakan tidak ada terjadi kemacetan parah dalam pelaksanaan CFN pada Sabtu (4/10/2026) malam.

"Tidak ada kemacetan, semuanya tetap berjalan normal. Padat merayap ambulans masih bisa jalan," katanya.

Desi menjelaskan program CFN merupakan program pemerintah yang saat ini masih dalam tahap uji coba. Uji coba tersebut rencananya dilaksanakan sebanyak dua kali.

"Setiap pelaksanaan uji coba CFN ini akan dilakukan evaluasi, terutama masalah pengalihan arus lalu lintas ke depannya," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads