Jarak Pandang Rendah, 8 Penerbangan di Bandara Palembang Terdampak

Sumatera Selatan

Jarak Pandang Rendah, 8 Penerbangan di Bandara Palembang Terdampak

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Sabtu, 03 Okt 2026 13:30 WIB
Pesawat komersial Airbus A330-941 milik maskapai penerbangan Lior Air mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). Berdasarkan data dari pengelola Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang kabut asap dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) mengakibatkan jarak pandang menurun hingga 700 meter sehingga kedatangan empat penerbangan dari Singapura, Jeddah, Yogyakarta dan Jakarta mengalami keterlambatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Foto: Ilustrasi penerbangan terkendala asap (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Palembang -

Sebanyak delapan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang terdampak kabut asap Kebesaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Sabtu (3/10/2026).

Jarak pandang yang berada di bawah standar minimum penerbangan membuat sejumlah penerbangan mengalami penundaan, bahkan satu pesawat harus kembali ke bandara asal.

General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Sahab mengatakan terdapat empat penerbangan pada sisi kedatangan dan empat penerbangan pada sisi keberangkatan yang terdampak kondisi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk arrival ada empat penerbangan yang terdampak dan departure juga ada empat penerbangan," kata Ahmad Syaugi Sahab, Sabtu (3/10/2026).

Pada sisi kedatangan, penerbangan yang terdampak yakni QG 980 rute Jakarta-Palembang, IU 933 rute Yogyakarta-Palembang, IU 924 rute Jakarta-Palembang, dan GA 102 rute Jakarta-Palembang.

ADVERTISEMENT

Untuk QG 980 rute Jakarta-Palembang, penerbangan tersebut mengalami return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal.

Sementara itu, empat penerbangan yang terdampak pada sisi keberangkatan yakni QG 981 rute Palembang-Jakarta, IU 964 rute Palembang-Jakarta, IU 871 rute Palembang-Jakarta, dan GA 107 rute Palembang-Jakarta.

Ahmad menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena visibility below minimum, yakni jarak pandang berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan untuk operasional penerbangan.

"Penundaan ini terjadi akibat visibility below minimal atau jarak pandang di bawah standar minimal penerbangan," ujarnya.

Saat ini, kata Ahmad, pihak bandara bersama maskapai terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan kondisi cuaca. Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan petugas bandara untuk memantau perkembangan cuaca dan memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," katanya.

Ahmad mengimbau para penumpang yang akan melakukan perjalanan dari maupun menuju Palembang untuk memantau informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing.

"Pengguna jasa kami imbau untuk terus memantau informasi terbaru melalui maskapai masing-masing," pungkasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads