Bupati Merangin M. Syukur mengecam praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Dia menegaskan tak ada lagi alasan bagi warga menggunakan api untuk membuka kebun, terlebih di tengah kemarau panjang.
"Saya minta kepada para camat dan kepala desa untuk terus mengingatkan masyarakat agar tidak ada yang membakar lahan," kata Syukur, dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Jumat (2/10/2026).
Penegasan itu disampaikan Syukur saat menghadiri kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Baitul Ikhlas, Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan. Syukur meminta camat dan kepala desa aktif mengingatkan masyarakatnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini saya minta ditekankan lagi, agar tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi kemarau yang masih berlangsung ini dinilai meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Syukur
"Saya juga minta kepada para camat dan kepala desa untuk terus mengingatkan soal ini," lanjut dia.
Syukur juga menegaskan praktik pembakaran lahan yang selama ini dikaitkan dengan kearifan lokal tidak bisa lagi dijadikan pembenaran. Menurutnya, pembukaan lahan dengan cara membakar harus dihentikan.
"Aturan kearifan lokal yang dulu membolehkan pembakaran terbatas sudah tidak berlaku lagi. Sekarang tidak ada alasan atau pembenaran untuk membuka lahan dengan cara dibakar, ketahuan pidana kan," tegasnya.
Baca juga: Pemprov Jambi Siapkan OMC Atasi Kabut Asap |
Syukur meminta aparat dan pemerintah di tingkat desa turut mengawasi aktivitas pembukaan lahan. Jika ditemukan warga yang sengaja membakar lahan hingga menimbulkan kebakaran, proses hukum harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain karhutla, Syukur mengingatkan masyarakat menghadapi potensi kekurangan air bersih akibat kemarau panjang. Dia juga meminta warga menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Pemerintah desa didorong menyediakan tempat pembuangan sementara (TPS), terutama di kawasan permukiman dan jalur yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah liar.
"Kalau TPS-nya penuh dan terlambat diangkut oleh dinas terkait, itu baru kekurangan pemerintah. Namun jika TPS masih kosong tetapi masyarakat justru membuang sampah di pinggir jalan, ini adalah persoalan kesadaran bersama," ujarnya.
Syukur mengajak masyarakat dan pemerintah saling bekerja sama menjaga lingkungan sekaligus mencegah kebakaran lahan selama musim kemarau.
"Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi kebakaran. Mari sama-sama menjaga lingkungan, jangan membakar lahan, dan saling mengingatkan. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama mencegah karhutla selama musim kemarau ini," pungkas Syukur.
