Luas Karhutla Jambi Tembus 4.123 Hektare, 7 Titik Api Masih Dipadamkan

Jambi

Luas Karhutla Jambi Tembus 4.123 Hektare, 7 Titik Api Masih Dipadamkan

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Jumat, 02 Okt 2026 11:30 WIB
Al Haris ikut serta dalam memadamkan karhutla di Jambi
Foto: Al Haris ikut serta dalam memadamkan karhutla di Jambi (Dok. Istimewa)
Jambi -

Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi mencapai 4.123,84 hektare sejak awal 2026. Hingga kini, tujuh titik api masih dalam proses pemadaman, dengan konsentrasi kebakaran berada di sejumlah wilayah termasuk Tanjung Jabung Timur.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat luasan tersebut merupakan akumulasi kebakaran periode 1 Januari hingga 29 September 2026.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan penanganan karhutla masih menjadi perhatian pemerintah karena sejumlah titik api belum sepenuhnya dapat dikendalikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini titik api aktif terbanyak berada di Tanjung Jabung Timur, termasuk kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS). Ada tujuh titik api yang masih dalam proses pemadaman," kata Al Haris, Jumat (2/10/2026)

Menurut Al Haris, kabut asap yang muncul di sejumlah wilayah Jambi juga berkaitan dengan aktivitas kebakaran yang masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

"Yang jelas ada kabut yang sumbernya dari karhutla," ujarnya.

Sejumlah lokasi yang teridentifikasi menjadi sumber kebakaran antara lain Rantau Rasau dan kawasan TNBS di Tanjung Jabung Timur serta sejumlah titik di Muaro Jambi.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara. Al Haris menyebut kualitas udara Jambi berada pada level yang perlu diwaspadai.

"Untuk udara hari ini memang agak tinggi, termasuk tidak sehat. Tadi ada 200-an," katanya.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Jambi, Kabupaten Batang Hari menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 1.240,79 hektare, sementara Kabupaten Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 639,55 hektare, Kabupaten Muaro Jambi, 577,71 hektare, lalu Kabupaten Sarolangun: 508,55 hektare, serta Kabupaten Tebo: 403,76 hektare, selanjutnya Bungo 67 hektare lalu Kabupaten Merangin 17,30 hektare, terakhir Kota Jambi 10 hektare

Sementara Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh belum tercatat memiliki luasan lahan terbakar dalam rekapitulasi tersebut.

Untuk mempercepat penanganan, saat ini kata Al Haris personel gabungan terus disiagakan di lokasi kebakaran. Sebanyak 20 personel beserta peralatan tambahan telah dikerahkan untuk memperkuat operasi pemadaman.

Al Haris memastikan seluruh unsur Satgas Karhutla tetap bersiaga dan personel telah ditempatkan di sejumlah titik kebakaran.

Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat dengan dukungan operasi udara. Pemerintah juga mengandalkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu mendatangkan hujan dan mengurangi potensi meluasnya kebakaran.

"Semua unsur Satgas tetap siaga dan kita kerahkan ke titik-titik yang masih terbakar," pungkasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads