Kualitas Udara Buruk, Walkot Palembang Perkuat Pelayanan Kesehatan

Kualitas Udara Buruk, Walkot Palembang Perkuat Pelayanan Kesehatan

Irawan - detikSumbagsel
Jumat, 02 Okt 2026 21:00 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa
Foto: Wali Kota Palembang Ratu Dewa (Irawan)
Palembang -

Kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk. Angka ISPU bahkan disebut mencapai 920, kondisi yang menunjukkan kualitas udara berada pada level sangat buruk dan menjadi salah satu kondisi terparah yang terjadi di Indonesia.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan Pemkot Palembang telah mengoptimalkan berbagai langkah untuk menghadapi kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Dewa, penanganan karhutla dan dampak asap tidak hanya dilakukan oleh pemerintah kota, tetapi melibatkan berbagai unsur hingga tingkat kecamatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segala upaya sudah kita lakukan. Posko karhutla di Palembang sudah kita optimalkan di 17 kecamatan. Di sana ada tokoh masyarakat, ada Damkar, BPBD, TNI dan Polri," kata Ratu Dewa, Jumat (2/10/2026).

Selain penanganan di lapangan, Pemkot Palembang juga memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat buruknya kualitas udara.

ADVERTISEMENT

Dewa menyebut terdapat enam puskesmas yang disiagakan selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Kemudian ada enam puskesmas yang buka 24 jam untuk mengatasi warga yang terkena ISPA," ujarnya.

Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang juga terus mengerahkan armadanya untuk membantu penanganan titik-titik kebakaran maupun kondisi yang berkaitan dengan karhutla.

"Damkar setiap hari kita gerakkan 30 armada," kata Dewa.

Ratu Dewa mengatakan kondisi udara di Palembang juga dipengaruhi asap kebakaran yang berasal dari sejumlah wilayah di sekitar Kota Palembang.

Menurutnya, Palembang sebagai wilayah dengan posisi geografis yang relatif rendah di Sumatera Selatan membuat kota ini turut menerima kiriman asap dari daerah lain.

"Palembang ini banyak menerima kiriman asap dari Ogan Ilir, OKI, Banyuasin. Karena memang Kota Palembang ini dari daerah terendah di Sumatera Selatan," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat persoalan kabut asap di Palembang tidak bisa hanya diselesaikan oleh Pemerintah Kota Palembang.

Dewa menegaskan diperlukan penanganan secara bersama-sama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk mengatasi karhutla serta dampaknya terhadap kualitas udara.

"Penyelesaian ini harus dilakukan bersama-sama," tegasnya.

Ia berharap upaya penanganan karhutla di wilayah sekitar Palembang dapat terus diperkuat sehingga asap yang masuk ke wilayah kota bisa berkurang dan kualitas udara kembali membaik.

Pemerintah Kota Palembang juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap dan partikulat.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads