Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Jumat (2/10/2026) pagi. Lima penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang terbatas.
Humas Bandara SMB II Palembang Nidia Besthonie membenarkan adanya gangguan jarak pandang terhadap sejumlah penerbangan. Empat penerbangan di antaranya merupakan pesawat yang dijadwalkan tiba di Palembang, sedangkan satu lainnya keberangkatan menuju Jakarta.
"Iya benar, gangguan penerbangan terjadi karena terbatasnya jarak pandang di landasan pacu," ujarnya, Jumat (2/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima jadwal penerbangan yang terdampak terjadi pukul 06.00 hingga 08.05 WIB. Untuk penerbangan kedatangan, pesawat yang mengalami keterlambatan yakni Citilink 980 dari Jakarta (CGK) menuju Palembang (PLM). Pesawat tersebut semula dijadwalkan tiba pukul 07.10 WIB.
Kemudian Super Air Jet 933 dari Yogyakarta (YIA) menuju Palembang serta Super Air Jet 924 dari Jakarta menuju Palembang yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 08.05 WIB. Satu penerbangan lainnya adalah Pelita Air 310 dari Jakarta menuju Palembang. Pesawat tersebut seharusnya tiba di Bandara SMB II sekitar pukul 08.00 WIB.
Sementara untuk keberangkatan, penerbangan Citilink 981 rute Palembang-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 07.40 WIB juga mengalami keterlambatan.
Nidia memastikan kondisi cuaca dan jarak pandang terus dipantau. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.
"Untuk kondisi operasional penerbangan, kami terus memantau perkembangan cuaca dan jarak pandang," ungkapnya.
Gangguan penerbangan tersebut terjadi ketika kondisi kualitas udara di Palembang berada pada level yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), konsentrasi partikulat PM10 di Palembang pada Kamis (1/10) tercatat mencapai 589. Angka tersebut kembali meningkat pada Jumat (2/10), hingga mencapai 796. Angka tersebut berada dalam kategori berbahaya.
Kabut asap tebal yang menyelimuti Palembang diduga berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Asap yang terbawa angin hingga ke Kota Palembang menyebabkan jarak pandang menurun. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di darat, tetapi juga memengaruhi operasional penerbangan di Bandara SMB II.
Untuk hari ini, Bandara SMB II Palembang mencatat sebanyak 48 pergerakan pesawat. Rinciannya, 24 penerbangan berangkat dari Palembang menuju sejumlah daerah dan 24 penerbangan lainnya merupakan kedatangan menuju Palembang.
