Kabut Asap Pekat, Pesawat Citilink Gagal Mendarat di Bandara Palembang

Sumatera Selatan

Kabut Asap Pekat, Pesawat Citilink Gagal Mendarat di Bandara Palembang

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Kamis, 01 Okt 2026 10:01 WIB
Pesawat komersial Airbus A330-941 milik maskapai penerbangan Lior Air mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). Berdasarkan data dari pengelola Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang kabut asap dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) mengakibatkan jarak pandang menurun hingga 700 meter sehingga kedatangan empat penerbangan dari Singapura, Jeddah, Yogyakarta dan Jakarta mengalami keterlambatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Foto: Ilustrasi kabut asap di Palembang (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Palembang -

Kabut asap mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (1/10/2026) pagi.

Pesawat Citilink rute Jakarta-Palembang gagal mendarat setelah jarak pandang di bandara turun hingga 500 meter.

Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG980 itu dijadwalkan tiba di Bandara SMB II sekitar pukul 06.50 WIB. Namun, pesawat akhirnya kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Sahab mengatakan pesawat tersebut kembali ke Jakarta karena jarak pandang di bandara berada di bawah batas minimum untuk pendaratan.

"QG980 dari Jakarta RTB karena visibility below minima, jarak pandang 500 meter," kata Syaugi, Kamis (1/10/2026).

ADVERTISEMENT

Kondisi jarak pandang tersebut terjadi saat kabut asap menyelimuti kawasan Palembang pada pagi hari. Terbatasnya jarak pandang membuat pesawat tidak dapat melakukan pendaratan di Bandara Internasional SMB II.

Kondisi kabut asap ini juga terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara Palembang.

Berdasarkan pantauan BMKG, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 442,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 02.00 WIB dan masuk kategori berbahaya.

Pantauan aplikasi kualitas udara juga menunjukkan kondisi udara Palembang berada pada level sangat buruk pada dini hari. Sejumlah titik pemantauan mencatat indeks kualitas udara yang tinggi dengan PM2.5 sebagai polutan utama.

Pesawat QG980 kemudian kembali ke Jakarta demi alasan keselamatan penerbangan. Pihak Bandara SMB II masih memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca untuk operasional penerbangan berikutnya.

"Jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan," tegasnya.

Jika berada di bawah batas minimum yang ditetapkan untuk suatu penerbangan, pesawat dapat menunda pendaratan, melakukan holding, atau kembali ke bandara asal seperti yang dialami QG980 pagi ini.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads