Kabut asap mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (1/10/2026) pagi.
Pesawat Citilink rute Jakarta-Palembang gagal mendarat setelah jarak pandang di bandara turun hingga 500 meter.
Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG980 itu dijadwalkan tiba di Bandara SMB II sekitar pukul 06.50 WIB. Namun, pesawat akhirnya kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Sahab mengatakan pesawat tersebut kembali ke Jakarta karena jarak pandang di bandara berada di bawah batas minimum untuk pendaratan.
"QG980 dari Jakarta RTB karena visibility below minima, jarak pandang 500 meter," kata Syaugi, Kamis (1/10/2026).
Kondisi jarak pandang tersebut terjadi saat kabut asap menyelimuti kawasan Palembang pada pagi hari. Terbatasnya jarak pandang membuat pesawat tidak dapat melakukan pendaratan di Bandara Internasional SMB II.
Kondisi kabut asap ini juga terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara Palembang.
Berdasarkan pantauan BMKG, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 442,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 02.00 WIB dan masuk kategori berbahaya.
Pantauan aplikasi kualitas udara juga menunjukkan kondisi udara Palembang berada pada level sangat buruk pada dini hari. Sejumlah titik pemantauan mencatat indeks kualitas udara yang tinggi dengan PM2.5 sebagai polutan utama.
Pesawat QG980 kemudian kembali ke Jakarta demi alasan keselamatan penerbangan. Pihak Bandara SMB II masih memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca untuk operasional penerbangan berikutnya.
"Jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan," tegasnya.
Jika berada di bawah batas minimum yang ditetapkan untuk suatu penerbangan, pesawat dapat menunda pendaratan, melakukan holding, atau kembali ke bandara asal seperti yang dialami QG980 pagi ini.
