Pemerintah Kabupaten Merangin mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan media sosial untuk memperluas pemasaran produk. Kemampuan membuat konten digital dinilai penting agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dorongan itu dilakukan Pemkab Merangin melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Konten Media Sosial bagi pelaku UMKM.
"Jadi pelaku UMKM ini dituntut mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi yang efektif. Konten yang kreatif, menarik, dan informatif dapat meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperluas jangkauan pasar," kata Asisten III Setda Merangin, Henizor dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Jumat (2/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam arahannya, Henizor menyampaikan pesan Bupati M Syukur bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Selain menghasilkan pendapatan, sektor tersebut juga menjadi salah satu sumber lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Namun, menurutnya, persaingan usaha saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Pelaku UMKM juga perlu mampu memperkenalkan dan memasarkan produknya melalui platform digital.
Dia mengatakan pemanfaatan media sosial dapat menjadi peluang bagi UMKM Merangin untuk mengenalkan produk tidak hanya kepada konsumen lokal, tetapi juga ke luar daerah.
"Karena itu, pelaku UMKM didorong tidak berhenti pada kegiatan promosi. Inovasi produk, kualitas, pelayanan serta identitas merek juga perlu diperkuat agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Merangin Ahmad Khoiruddin mengatakan bimtek tersebut dirancang agar pelaku UMKM memiliki kemampuan praktis dalam memproduksi konten promosi.
Peserta mendapatkan materi mengenai teknik foto produk, pembuatan video promosi hingga desain visual untuk kebutuhan pemasaran melalui media sosial.
"Melalui bimtek ini, para peserta diajarkan teknik pembuatan foto produk yang menarik, video promosi kreatif, hingga desain visual yang profesional. Pelaku UMKM diharapkan mampu menjadikan media sosial sebagai etalase digital usaha mereka secara bijak dan efektif," kata Ahmad.
Menurutnya, kemampuan mengemas produk dalam bentuk konten menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan pola pemasaran di era digital.
Produk yang bagus, kata dia, perlu didukung penyajian visual dan informasi yang mampu menarik perhatian calon konsumen.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Merangin juga memberikan apresiasi kepada pelaku UMKM yang dinilai aktif dan kreatif dalam mengelola media sosial usahanya.
Penilaian dilakukan dengan melihat sejumlah aspek, mulai dari konsep visual, penyampaian informasi produk, kemampuan editing video hingga ketepatan sasaran promosi.
Pemkab Merangin berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan bimtek. Para pelaku UMKM diharapkan langsung menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan pemasaran dan memperluas jangkauan usaha.
"Dengan semakin banyak UMKM yang mampu memanfaatkan media digital, Pemkab Merangin menargetkan produk lokal semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," pungkas dia.
