Gubernur Luncurkan Pelita Sumsel, Perkuat Akses Kesehatan

Sumatera Selatan

Gubernur Luncurkan Pelita Sumsel, Perkuat Akses Kesehatan

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 30 Sep 2026 04:31 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru saat meninjau pasien.
Foto: Gubernur Sumsel Herman Deru saat meninjau pasien. (Dok. Humas Pemprov Sumsel)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meluncurkan program Pelita Sumsel. Program screening ini untuk pencegahan kebutaan yang sekaligus dirangkaikan dengan operasi penyakit mata gratis bagi masyarakat.

Program ini merupakan kolaborasi Pemprov Sumsel bersama Bank Sumsel Babel (BSB) dan Rumah Sakit Khusus Mata Binar. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata masyarakat sekaligus upaya memperluas akses layanan, khususnya bagi mereka yang membutuhkan tindakan operasi.

"Program ini hadir untuk menjawab kesulitan masyarakat dalam mendapatkan akses layanan kesehatan mata, baik karena faktor jarak tempuh maupun keterbatasan fasilitas di rumah sakit daerah," ujarnya, Selasa (29/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"7 tahun lalu saya sudah menginstruksikan BSB untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Tujuannya agar masyarakat Sumsel yang membutuhkan tindakan operasi mata bisa mendapatkan diagnosis awal di RS daerah, dan mendapatkan diagnosis ulang serta tindakan di RS Mata Binar," sambungnya.

Dia meminta BSB aktif menyosialisasikan program kepada masyarakat luas. Dengan begitu, tidak ada lagi warga yang menunda berobat karena kendala biaya maupun keterbatasan informasi.

ADVERTISEMENT

Deru juga menekankan pentingnya pelayanan prima dan akurasi diagnosis oleh tenaga kesehatan. Menurutnya, kepercayaan pasien merupakan salah satu kunci utama dalam memberikan pelayanan kesehatan.

"Saya minta kepada para nakes berikan pelayanan sebaik-baiknya. Akurasi diagnosis harus benar. Jika akurasi keliru, inilah yang membuat pasien lebih memilih berobat ke luar negeri, bahkan memilih berobat ke dukun. Maka, membangun kepercayaan pasien sangat penting," katanya.

Deru juga mendorong adanya inovasi layanan jemput bola, seperti pemeriksaan mata yang dilakukan dengan menyasar sekolah. Menurutnya, pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat SMA, tetapi juga SMP hingga SD.

Sementara itu, Direktur RS Khusus Mata Binar Lady Kovatiner menjelaskan bahwa pada tahun ini program tersebut mendapat alokasi dana CSR sebesar Rp 350 juta. Kerja sama antara BSB dan RS Mata Binar sendiri telah terjalin sejak 2019.

"Operasi yang dilakukan tidak hanya katarak, kami juga menjalankan program penggaris, yaitu pemberian kacamata gratis ke sekolah-sekolah melalui screening," ujar Lady.

Untuk pasien yang ditangani tahun ini, dia meyebut berasal dari Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Kota Palembang. Dia juga menyebut, saat ini Sumsel hampir 100 persen mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Hal senada disampaikan Direktur Utama BSB, Muhammad Suryadi. Dia menegaskan komitmen BSB di bidang sosial terus berlanjut melalui program CSR, termasuk dengan mengalokasikan Rp 350 juta untuk pelaksanaan operasi mata gratis tersebut.

"Jika seseorang menderita sakit mata, maka akan tidak produktif. Kegiatan CSR ini tidak akan bisa berjalan sendiri, maka perlu kerja sama dengan Pemprov Sumsel dan RS Mata Binar. Ini merupakan wujud kepedulian BSB, dengan harapan dapat memulihkan kembali penglihatan para penerima manfaat," imbuhnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads