Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, masih menghadapi kendala. Lokasi titik api sulit dijangkau, sementara pasokan air untuk pemadaman juga terbatas.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kondisi kawasan yang berupa belantara membuat tim kesulitan membawa alat berat menuju lokasi kebakaran.
"Iya ada kesulitan, karena memang luasnya luar biasa belantaranya. Sehingga kemarin, ketika tim ingin memasukkan alat berat tidak bisa," kata Al Haris, Senin (28/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Al Haris, tim kemudian mencari alternatif untuk mencapai lokasi kebakaran. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memanfaatkan jalur sungai.
"Maka kita coba pakai jalur sungai untuk menuju ke lokasi," ujarnya.
Selain akses, kondisi lahan gambut juga membuat penanganan tidak bisa berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pendinginan harus terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.
"Sudah mulai pendinginan. Karena ini lahan gambut, bisa saja nanti padam apinya atau besok muncul lagi," terang Al Haris.
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang Yunaidi mengatakan tim gabungan telah melakukan penanganan sejak 9 Agustus 2026. Yunaidi menyebut petugas juga menghadapi kondisi cuaca panas dan angin kencang selama proses pemadaman.
Tidak hanya itu saja, sesuai pernyataan Gubernur, kata Yunaidi keterbatasan air menjadi persoalan lain yang harus diatasi tim di lapangan.
"Kami masih kesulitan air untuk pemadaman," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim menurunkan alat berat untuk membuat embung sebagai tempat penampungan air. Pasokan air juga diupayakan dari sungai terdekat menuju lokasi kebakaran.
Akses menuju titik api yang belum tersedia untuk kendaraan membuat proses penanganan membutuhkan waktu dan upaya lebih. Tim gabungan kini masih fokus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di kawasan terdampak.
Yunaidi mengatakan proses tersebut akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala di kawasan gambut.
"Kami terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Kondisi di lapangan masih dipantau untuk memastikan api benar-benar padam," tutup Yunaidi.
