Kualitas udara di Kota Palembang terpantau berada pada kategori kuning atau tidak sehat. Meski begitu, konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang terukur masih berada di bawah 100 mikrogram per meter kubik.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 di Musi 2 dan Talang Betutu, sempat mencapai angka tertinggi 85,8 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.
"Untuk konsentrasi PM2.5 tertinggi tercatat 85,8 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB," ujar Wandayantolis, Senin (28/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, berdasarkan pemantauan pada pagi hari, konsentrasi PM2.5 pada pukul 07.00 WIB tercatat sebesar 66,6 µg/m³ di Musi 2 dan 57,6 µg/m³ di Talang Betutu.
Baca juga: Kualitas Udara Palembang Tercatat Berbahaya! |
Angka tersebut menunjukkan konsentrasi partikulat halus udara di Palembang mengalami penurunan. Meski begitu, kategorinya masih kuning atau tidak sehat.
"Angka PM2.5 pagi ini mengalami penurunan dibandingkan dini hari tadi," katanya.
Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Termasuk bagi siswa yang melaksanakan pembelajaran tatap muka saat ini.
"Kondisi kualitas udara kategori kuning atau tidak sehat masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk," jelasnya.
