Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, masih berada di level bahaya pada Minggu (26/9/2026) pagi hingga siang hari. Angka partikulat halus di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, sempat terpantau berada di angka sangat tinggi yakni 568,4 µg/m³.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan hingga siang hari kondisi kualitas udara di Kota Palembang belum menunjukkan perbaikan. Sebab terpantau kualitas udara berada di level berbahaya pada pagi hari maupun siang hari.
"Berdasarkan grafik kualitas udara di Musi 2 Palembang, masih terpantau kualitas udara berbahaya. Tertinggi pada pukul 04.00 WIB yang mencapai 568,4 µg/m³," katanya, Minggu (27/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data grafis pemantauan konsentrasi partikulat udara (PM2.5) milik BMKG di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, dari pukul 01.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB kualitas udara masih terdeteksi berbahaya dengan angka berada pada 255,8 µg/m³ hingga tertinggi 568,4 µg/m³.
"Kualitas udara terpantau berbahaya pada dini hari maupun pagi hari dan sempat menurun pada level tidak sehat," ujarnya.
Baca juga: Kualitas Udara Palembang Tercatat Berbahaya! |
Namun pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB sempat menurun ke level tidak sehat ataupun kuning di angka 59,6 µg/m³ hingga 146,1 µg/m³.
Tetapi pada pukul 11.00 WIB kembali naik ke level berbahaya yakni 332 µg/m³, pada pukul 12.00 WIB di angka 354,9 µg/m³. Kemudian hingga pukul 13.00 WIB masih berada di level berbahaya 309 µg/m³.
"Siang ini status udara berbahaya di angka 354,9 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB ," tuturnya.
