Ada Bulan Purnama Harvest Moon Malam Nanti, Berikut Waktu Terjadinya!

Ada Bulan Purnama Harvest Moon Malam Nanti, Berikut Waktu Terjadinya!

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Sabtu, 26 Sep 2026 07:00 WIB
An exhaust pipe from a diesel generator spouts fumes as the September full moon, known as the Harvest Moon, rises in the background, in Beirut, Lebanon, Friday, Sept. 29, 2023. (AP Photo/Hassan Ammar)
Ilustrasi Harvest Moon. (Foto: AP/Hassan Ammar)
Palembang -

Fenomena langit pada 26-27 September 2026 akan menyuguhkan Bulan fase purnama yang sangat menarik untuk disaksikan. Masyarakat Indonesia dapat mengamati fenomena Harvest Moon malam nanti hingga dini hari esok secara langsung dengan mencatat jadwal waktu puncaknya.

Dilansir dari laman Space.com, Bulan Purnama pada bulan September secara tradisional dijuluki sebagai Harvest Moon. Penamaan tradisional ini diperuntukkan bagi fenomena Bulan Purnama yang terjadi paling dekat dengan momentum ekuinoks September.

Meski demikian, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tidak berada pada garis lurus sempurna untuk menciptakan gerhana Bulan spektakuler seperti pada bulan lalu. Namun, pecinta astronomi tidak perlu berkecil hati karena Harvest Moon tetap menjadi suguhan pemandangan yang sangat memukau untuk diamati secara langsung dengan mata telanjang, maupun menggunakan bantuan teleskop dan kamera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fase Terjadinya Bulan Purnama September 2026

Dilansir dari laman The Sky Live, pada Sabtu, 26 September 2026, Bulan akan berada di posisi paling selatan dari orbitnya. Puncak fase purnama memperlihatkan sekitar 99,9% cakram Bulan tersinari penuh oleh cahaya Matahari.

Selama fase puncak ini, seluruh permukaan Bulan yang berhadapan dengan Bumi akan diterangi secara sempurna. Sinar Matahari langsung menghasilkan efek bayangan minimal di permukaan Bulan, sehingga beberapa kawah atau fitur permukaan mungkin tampak memiliki kontras lebih rendah dibanding fase separuh.

ADVERTISEMENT

Saat terbit di cakrawala timur di antara konstelasi bintang Pisces, Bulan akan memancarkan rona warna kuning keemasan hingga jingga. Efek warna eksotis ini terjadi akibat pembiasan dan hamburan cahaya Matahari oleh lapisan atmosfer Bumi saat Bulan berada dekat garis cakrawala, fenomena sains yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh (Rayleigh scattering).

Rona warna tersebut akan perlahan memudar menjadi terang perak dalam kurun waktu satu jam setelah terbit, seiring makin tingginya posisi Bulan di langit. Selain itu, fenomena ilusi Bulan (moon illusion) juga akan membuat ukuran cakram Bulan terlihat tampak lebih besar dari biasanya ketika baru terbit di dekat garis cakrawala.

Waktu Terjadinya Bulan Purnama di Indonesia dan Dunia

Puncak fenomena Bulan Purnama terjadi pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 16.49 GMT (12.49 EDT). Berdasarkan konversi zona waktu internasional, berikut adalah rincian waktu puncak fenomena Bulan Purnama di berbagai belahan dunia, termasuk wilayah Indonesia:

  • Indonesia Barat (WIB): Sabtu, 26 September 2026, pukul 23.49 WIB
  • Indonesia Tengah (WITA): Minggu, 27 September 2026, pukul 00.49 WITA
  • Indonesia Timur (WIT): Minggu, 27 September 2026, pukul 01.49 WIT
  • New York (EST): Sabtu, 26 September 2026, pukul 12.49 EST
  • London (BST): Sabtu, 26 September 2026, pukul 17.49 BST
  • Beijing (CST): Minggu, 27 September 2026, pukul 00.49 CST
  • Tokyo (JST): Minggu, 27 September 2026, pukul 01.49 JST
  • Sydney (AEDT): Minggu, 27 September 2026, pukul 02.49 AEDT

Menariknya, fenomena Harvest Moon kali ini bertepatan dengan perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival) di Tiongkok. Sebagai bonus pengamatan, planet Saturnus juga akan tampak menghiasi langit malam sebagai objek terang menyerupai bintang di posisi kurang dari 10 derajat di sebelah kiri bawah cakram Bulan.

Cara Melihat Bulan Purnama September 2026

Bagi pembaca detikers yang ingin menikmati keindahan fenomena langit ini, berikut adalah beberapa tips dan panduan untuk mengamatinya secara optimal:

  • Amati Saat Bulan Terbit: Waktu terbaik untuk menyaksikan keindahan Harvest Moon adalah tepat saat Bulan baru terbit di ufuk timur (sekitar waktu terbenamnya Matahari), ketika warna rona jingga dan ilusi Bulan terlihat paling jelas.
  • Cari Lokasi Lapang: Pilihlah lokasi pengamatan dengan pandangan ke arah timur yang bebas dari penghalang gedung tinggi atau pepohonan rindang.
  • Pengamatan Tanpa Alat Pelindung: Fenomena ini dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang tanpa memerlukan kacamata pelindung khusus.
  • Gunakan Binokular atau Teleskop: Jika ingin melihat detail kawah dan kawah datar (maria) di permukaan Bulan serta cincin planet Saturnus di sekitarnya, gunakan binokular atau teleskop astronomi dengan pembesaran sedang.
  • Gunakan Mode Malam pada Kamera: Bagi penggemar fotografi astro, gunakan tripod dan atur kamera dengan mode manual (shutter speed cepat dan ISO rendah) untuk menangkap tekstur permukaan Bulan tanpa membuat sinarnya melimpah (overexposed).

Daftar Fenomena Langit Sepanjang September 2026

Bulan Purnama Harvest Moon merupakan salah satu dari rangkaian fenomena astronomi menarik yang menghiasi langit sepanjang bulan September 2026.

Berikut adalah daftar lengkap fenomena langit yang terjadi sepanjang bulan September 2026:

  • Hujan Meteor Aurigid (1 September 2026): Puncak aktivitas memancar dari rasi bintang Auriga dengan perkiraan hingga 6 meteor per jam pada kondisi pengamatan ideal.
  • Konjungsi Bulan Sabit dan Mars (6-7 September 2026): Pertemuan visual antara Bulan sabit tua dan Planet Mars di konstelasi Gemini pada pukul 01.24 WIB (7 September).
  • Hujan Meteor Perseid (9 September 2026): Puncak hujan meteor Epsilon Perseid yang aktif sejak 5 hingga 21 September, paling baik diamati ke arah ufuk timur laut menjelang fajar.
  • Fase Bulan Baru / New Moon (11 September 2026): Puncak fase Bulan Baru terjadi pada pukul 10.27 WIB, menciptakan kondisi langit malam yang sangat gelap dan ideal untuk mengamati objek deep-sky seperti galaksi dan nebula.
  • Fenomena Bulan Sabit Muda & Konjungsi Venus (13-14 September 2026): Penampakan hilal di ufuk barat tepat setelah Matahari terbenam yang berdampingan secara visual dengan Planet Venus.
  • Puncak Kecemerlangan Venus (18 September 2026): Planet Venus mencapai titik kecemerlangan maksimumnya (greatest brilliancy) dengan magnitudo visual hingga -4,8, tampak menyilaukan di langit barat saat senja atau langit timur saat fajar.
  • Ekuinoks September (23 September 2026): Posisi Matahari melintasi garis khatulistiwa Bumi secara presisi, menandai dimulainya musim gugur di Belahan Bumi Utara dan musim semi di Belahan Bumi Selatan.
  • Bulan Purnama Harvest Moon (26 September 2026): Puncak Bulan Purnama yang jatuh pada pukul 23.49 WIB, di mana Bulan tampak lebih besar, terang, dan bersanding secara visual dengan Planet Saturnus.
  • Hujan Meteor Sextantid (27 September 2026): Puncak Hujan Meteor Sextantid (daytime meteor shower) yang memancar dari konstelasi Sextans dengan intensitas sekitar 5 meteor per jam menjelang fajar.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Astronaut Artemis II Terpukau Lihat Bulan dari Dekat: Banyak Keajaiban"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads