Setelah peristiwa astronomi Okultasi Venus terjadi pada 14 September 2026, masih terdapat deretan fenomena langit spektakuler yang dapat disaksikan hingga akhir bulan. Sudahkah detikers mengetahui jadwalnya?
Bulan September 2026 menyajikan beragam momen menarik bagi para pecinta pengamatan bintang dan fotografi astronomi (astrophotography). Daftar fenomena langit September 2026 mencakup puncak hujan meteor, konjungsi planet, titik kecemerlangan maksimum Venus, ekuinoks, hingga Bulan Purnama Harvest Moon.
Fenomena Langit September 2026 yang Sudah Berlangsung
Beberapa peristiwa astronomi telah melewati waktu puncaknya pada paruh pertama September 2026, di antaranya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Hujan Meteor Aurigid (1 September 2026): Puncak aktivitas memancar dari rasi bintang Auriga dengan perkiraan hingga 6 meteor per jam pada kondisi pengamatan ideal.
- Konjungsi Bulan Sabit dan Mars (6-7 September 2026): Pertemuan visual antara Bulan sabit tua dan Planet Mars di konstelasi Gemini pada pukul 01.24 WIB (7 September).
- Hujan Meteor Perseid (9 September 2026): Puncak hujan meteor Epsilon Perseid yang aktif sejak 5 hingga 21 September, paling baik diamati ke arah ufuk timur laut menjelang fajar.
- Fase Bulan Baru/New Moon (11 September 2026): Puncak fase Bulan Baru terjadi pada pukul 10.27 WIB, menciptakan kondisi langit malam yang sangat gelap dan ideal untuk mengamati objek deep-sky seperti galaksi dan nebula.
- Fenomena Bulan Sabit Muda dan Konjungsi Venus (13-14 September 2026): Penampakan hilal di ufuk barat tepat setelah Matahari terbenam yang berdampingan secara visual dengan Planet Venus.
Daftar Fenomena Langit September 2026 Mendatang
Bagi detikers yang tidak ingin terlewat momen astronomi berikutnya, berikut adalah rincian jadwal fenomena langit yang akan terjadi hingga akhir September 2026:
1. Puncak Kecemerlangan Venus (18 September 2026)
Planet Venus akan mencapai titik kecemerlangan maksimumnya (greatest brilliancy) pada 18 September 2026. Sebagai objek paling terang di langit malam setelah Bulan, Venus diprediksi mencapai magnitudo visual luar biasa sebesar -4,8. Planet ini akan tampak sangat menyilaukan di langit barat saat senja atau di langit timur saat fajar, bahkan dari area perkotaan dengan tingkat polusi cahaya tinggi.
2. Ekuinoks September/Titik Balik Matahari (23 September 2026)
Ekuinoks September terjadi ketika posisi Matahari melintasi garis khatulistiwa Bumi secara presisi dari utara ke selatan. Peristiwa ini membuat durasi siang dan malam di seluruh penjuru dunia menjadi hampir sama panjang. Ekuinoks September menandai dimulainya musim gugur di Belahan Bumi Utara dan musim semi di Belahan Bumi Selatan.
3. Bulan Purnama Harvest Moon (26 September 2026)
Puncak Bulan Purnama bulan ini jatuh pada 26 September 2026 dan menyandang julukan Harvest Moon, sebutan untuk Bulan Purnama yang terjadi paling dekat dengan Ekuinoks September. Pada momen ini, Bulan tampak lebih besar, terang, dan terbit lebih awal setelah Matahari terbenam.
Fase puncak purnama berlangsung tepat pada pukul 23.48 WIB. Masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat mengamati peristiwa ini secara langsung tanpa alat bantu, selama kondisi cuaca cerah dan bebas dari tutupan awan pekat.
4. Hujan Meteor Sextantid (27 September 2026)
Rangkaian fenomena astronomi bulan September ditutup oleh puncak Hujan Meteor Sextantid pada 27 September 2026. Hujan meteor yang memancar dari konstelasi Sextans ini tergolong unik karena dikenal sebagai daytime meteor shower (titik radiannya berada tinggi setelah Matahari terbit).
Meskipun aktif sejak 9 September hingga 9 Oktober, pengamatan visual terbaik di Bumi dapat dilakukan pada jam-jam terakhir menjelang fajar dengan intensitas sekitar 5 meteor per jam.
Itulah jadwal fenomena langit September 2026 mendatang dari tanggal 18 hingga 27. Semoga berguna, ya.
Simak Video "Video Penjelasan Ilmiah soal Fenomena Spiral Raksasa di Langit Inggris"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
