Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat pelebaran daratan pada Gunung Anak Krakatau (GAK) pascaerupsi. Dari data hasil pengamatan citra satelit, GAK meluas hingga 32,8 hektare sejak statusnya naik level III pada 2 Juli 2026.
Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno mengatakan pelebaran tersebut akibat penyebaran material bebatuan yang dikeluarkan pada proses erupsi.
"Benar, dari pengamatan terjadi pelebaran badan GAK yang kini tercatat luasan 32,8 hektar," ujarnya, Jumat (25/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Suwarno menyampaikan pihaknya mencatat sebanyak 224 kali erupsi. Jumlah tersebut tercatat sejak 2 Juli 2026 hingga 3 September 2026 atau pada saat berada di status Level III.
"Untuk jumlah erupsi nya pada masa Level III itu tercatat sebanyak 224 kali," katanya.
Meski statusnya kini turun ke level II atau waspada, Suwarno berharap masyarakat maupun wisatawan mematuhi aturan radius 2 kilometer dari gunung tersebut.
"Aturannya kan berubah jadi 2 kilometer, kami berharap semua sadar itu dan mengikuti larangannya, ini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan," imbuhnya.
Untuk diketahui, paska erupsi yang terjadi. PVMBG juga mendapati 2 daratan baru. Daratan tersebut berada di sektor barat laut dengan jarak sekitar 760 meter dari pesisir Anak Krakatau. Sementara daratan kedua berada di sektor tenggara, sekitar 495 meter dari pesisir gunung api.
