Bulan Purnama 26-27 September 2026: Fase, Waktu, dan Cara Melihatnya

Bulan Purnama 26-27 September 2026: Fase, Waktu, dan Cara Melihatnya

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Jumat, 25 Sep 2026 23:00 WIB
A passenger plane passes in front of the first supermoon of the year, known as the Harvest Moon, as it flies above London, Britain, October 6, 2025. REUTERS/Toby Melville     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi Harvest Moon atau Bulan Purnama. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
Palembang -

Langit malam September 2026 dipenuhi oleh berbagai fenomena astronomi menarik yang sayang untuk dilewatkan. Setelah fenomena Bulan sabit muda dan konjungsi Venus pada pertengahan bulan, masyarakat Indonesia dan dunia kembali disuguhkan fenomena indah puncak Bulan Purnama (Harvest Moon) yang berlangsung pada 26-27 September 2026.

Secara keseluruhan, sepanjang September 2026 diwarnai oleh beragam fenomena langit seperti puncak hujan meteor, konjungsi planet, titik kecemerlangan maksimum Venus, ekuinoks, hingga Bulan Purnama Harvest Moon.

Berikut informasi lengkap mengenai fenomena Bulan Purnama September 2026, mulai dari penjelasan terjadinya, jadwal waktu di Indonesia, hingga panduan pengamatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Bulan Purnama Harvest Moon September 2026

Dilansir dari laman Space.com, Bulan Purnama pada bulan September secara tradisional dijuluki sebagai Harvest Moon. Penamaan tradisional ini diperuntukkan bagi fenomena Bulan Purnama yang terjadi paling dekat dengan momentum ekuinoks September.

Meski demikian, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tidak berada pada garis lurus sempurna untuk menciptakan gerhana Bulan spektakuler seperti pada bulan lalu. Namun, pecinta astronomi tidak perlu berkecil hati karena Harvest Moon tetap menjadi suguhan pemandangan yang sangat memukau untuk diamati secara langsung dengan mata telanjang, maupun menggunakan bantuan teleskop dan kamera.

ADVERTISEMENT

Fase dan Penampakan Bulan Purnama September 2026

Dilansir dari laman The Sky Live, pada Sabtu, 26 September 2026, Bulan akan berada di posisi paling selatan dari orbitnya. Puncak fase purnama memperlihatkan sekitar 99,9% cakram Bulan tersinari penuh oleh cahaya Matahari.

Selama fase puncak ini, seluruh permukaan Bulan yang berhadapan dengan Bumi akan diterangi secara sempurna. Sinar Matahari langsung menghasilkan efek bayangan minimal di permukaan Bulan, sehingga beberapa kawah atau fitur permukaan mungkin tampak memiliki kontras lebih rendah dibanding fase separuh.

Saat terbit di cakrawala timur di antara konstelasi bintang Pisces, Bulan akan memancarkan rona warna kuning keemasan hingga jingga. Efek warna eksotis ini terjadi akibat pembiasan dan hamburan cahaya Matahari oleh lapisan atmosfer Bumi saat Bulan berada dekat garis cakrawala, fenomena sains yang dikenal sebagai Rayleigh scattering (hamburan Rayleigh).

Rona warna tersebut akan perlahan memudar menjadi terang perak dalam kurun waktu satu jam setelah terbit, seiring makin tingginya posisi Bulan di langit. Selain itu, fenomena "ilusi Bulan" (moon illusion) juga akan membuat ukuran cakram Bulan terlihat tampak lebih besar dari biasanya ketika baru terbit di dekat garis cakrawala.

Waktu Terjadinya Bulan Purnama di Indonesia dan Dunia

Puncak fenomena Bulan Purnama terjadi pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 16.49 GMT (12.49 EDT).

Berdasarkan konversi zona waktu internasional, berikut adalah rincian waktu puncak fenomena Bulan Purnama di berbagai belahan dunia, termasuk wilayah Indonesia:

  • Indonesia Barat (WIB): Sabtu, 26 September 2026, pukul 23.49 WIB
  • Indonesia Tengah (WITA): Minggu, 27 September 2026, pukul 00.49 WITA
  • Indonesia Timur (WIT): Minggu, 27 September 2026, pukul 01.49 WIT
  • New York (EST): Sabtu, 26 September 2026, pukul 12.49 EST
  • London (BST): Sabtu, 26 September 2026, pukul 17.49 BST
  • Beijing (CST): Minggu, 27 September 2026, pukul 00.49 CST
  • Tokyo (JST): Minggu, 27 September 2026, pukul 01.49 JST
  • Sydney (AEDT): Minggu, 27 September 2026, pukul 02.49 AEDT

Menariknya, fenomena Harvest Moon kali ini bertepatan dengan perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival) di Tiongkok. Sebagai bonus pengamatan, planet Saturnus juga akan tampak menghiasi langit malam sebagai objek terang menyerupai bintang di posisi kurang dari 10 derajat di sebelah kiri bawah cakram Bulan.

Cara Melihat Bulan Purnama September 2026

Bagi detikers yang ingin menikmati keindahan fenomena langit ini, berikut adalah beberapa tips dan cara mengamatinya secara optimal:

  • Amati Saat Bulan Terbit: Waktu terbaik untuk menyaksikan keindahan Harvest Moon adalah tepat saat Bulan baru terbit di ufuk timur (sekitar waktu terbenamnya Matahari), ketika warna rona jingga dan ilusi Bulan terlihat paling jelas.
  • Cari Lokasi Lapang: Pilihlah lokasi pengamatan dengan pandangan ke arah timur yang bebas dari penghalang gedung tinggi atau pepohonan rindang.
  • Pengamatan Tanpa Alat Refleksi: Fenomena ini dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang tanpa memerlukan kacamata pelindung khusus.
  • Gunakan Binokular atau Teleskop: Jika ingin melihat detail kawah dan kawah datar (maria) di permukaan Bulan serta cincin planet Saturnus di sekitarnya, gunakan binokular atau teleskop astronomi dengan pembesaran sedang.
  • Gunakan Mode Malam pada Kamera: Bagi penggemar fotografi astro, gunakan tripod dan atur kamera dengan mode manual (shutter speed cepat dan ISO rendah) untuk menangkap tekstur permukaan Bulan tanpa membuat sinarnya melimpah (overexposed).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Fenomena Bulan Purnama Menjadi Merah Karena Gerhana"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads