Herman Deru Berang Dapati Pembakaran Sampah oleh Warga di Permukiman

Sumatera Selatan

Herman Deru Berang Dapati Pembakaran Sampah oleh Warga di Permukiman

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 24 Sep 2026 18:30 WIB
Herman Deru menyiram sampah yang dibakar warga.
Herman Deru menyiram sampah yang dibakar warga. (Foto: Instagram Herman Deru)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berang melihat aksi pembakaran sampah rumput kering yang dilakukan warga. Aksi yang dilakukan Herman Deru pun viral di media sosial.

Dilihat dari video yang beredar, Deru turun dari mobil dan menghampiri lokasi pembakaran yang berada di kawasan Taman Kenten. Dia kemudian memadamkan api sekaligus menegur warga yang membakar sampah atau rumput kering tersebut.

"Mana yang punya rumah, nggak boleh begini (membakar sampah). Ditegur. Kita sibuk oleh asap, kalian ngasapin. Mana orangnya, panggil," ujar Deru, Kamis (24/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deru menilai jika pembakaran itu bisa berakibat fatal. Terlebih pada kondisi kemarau dan kering seperti saat ini. Dia juga menyebut kegiatan itu bisa diadukan ke pihak berwajib.

"Jangan ya (membakar), kasih tahu ya. Kita sibuk asap. Kamu bisa kena tangkap polisi dek, nggak boleh ini," ungkap Deru kepada warga.

ADVERTISEMENT

Dikonfirmasi terkait video itu, Deru membenarkan. Kejadian itu ketika dirinya dalam perjalanan pulang usai mengantar cucunya sekolah.

"Ceritanya saya mengantar cucu. Seusai mengantar cucu sekolah, pulang. Pulangnya, saya lihat ada warga yang seenaknya membakar sampah di tengah permukiman. Entah sampah atau bekas dia membersihkan kebunnya," ujar Deru.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan masih adanya persoalan kesadaran masyarakat terhadap bahaya membakar sampah atau rumput kering, terutama di kawasan permukiman.

"Yang jadi poin penting ternyata keadaan ini lemah. Jadi, pemikiran saya untuk mengingatkan kembali warga, kepala daerah, bupati, wali kota, sampai dengan tingkat RT dan RW untuk mengingatkan warga," katanya.

Deru menegaskan, larangan membakar sampah di permukiman bukan hanya berkaitan dengan persoalan asap, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat.

"Bukan hanya sekadar pencemarannya, isunya, tapi bahayanya. Membakar di permukiman, ketika apinya membesar, siapa yang mau menangani," katanya.

Ia juga menyoroti kondisi ketika pembakaran ditinggalkan oleh orang yang menyalakan api. Menurutnya, hal tersebut berpotensi membuat api membesar dan sulit dikendalikan. Terlebih, dalam kejadian itu api yang terbakar ditinggalkan begitu saja.

"Ditinggal apinya oleh orangnya, malah mengantar anaknya sekolah. Artinya ada kurang perhatian di sana," katanya.

Dia meminta pemda hingga struktur pemerintahan di tingkat bawah untuk terus mengingatkan masyarakat mengenai bahaya pembakaran. Baik itu membakar sampah ataupun lahan.

"Inilah poin pentingnya. Saya ingin segera mengingatkan kembali kepada wali kota dan strukturnya, dan semua masyarakat, untuk sadar akan bahayanya," jelasnya.

"Jangan dilihat kecil besarnya apa yang saya temukan tadi pagi. Persoalannya adalah masalah kesadaran. Apakah informasinya belum sampai? Kalau rasanya dia sengaja melawan aturan, saya rasa tidak. Saya lihat ini masalah kesadaran," tukasnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads