Misteri identitas jenazah pria yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, akhirnya terungkap. Hasil pemeriksaan DNA memastikan jenazah yang sebelumnya disebut Mr X tersebut merupakan Suratman, salah satu anak buah kapal (ABK) yang membawa lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian.
Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait hasil identifikasi tersebut. Namun, untuk langkah pencarian selanjutnya, Basarnas Bengkulu masih menunggu arahan dari Basarnas Banten.
"Untuk hasil DNA, Mr X yang ditemukan di Enggano teridentifikasi atas nama Suratman, yang merupakan ABK kapal yang membawa lima jurnalis," kata Mega Maysilva, Rabu (23/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mega mengatakan Basarnas Bengkulu saat ini masih menunggu instruksi lebih lanjut terkait kemungkinan kembali melakukan penyisiran di sekitar perairan dan wilayah Pulau Enggano.
"Kami masih menunggu arahan dari Basarnas Banten terkait langkah selanjutnya, apakah akan dilakukan kembali penyisiran di sekitar Pulau Enggano atau seperti apa," ujar Mega.
Sebelumnya, jenazah tanpa identitas ditemukan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Jenazah kemudian dievakuasi dari Enggano menuju Kota Bengkulu untuk menjalani proses identifikasi. Tim DVI dan pihak terkait mengambil sampel DNA untuk dicocokkan dengan data keluarga maupun pihak yang dilaporkan hilang.
Hasil pemeriksaan DNA kemudian memastikan jenazah tersebut merupakan Suratman, ABK kapal yang sebelumnya membawa rombongan lima jurnalis yang hilang setelah melakukan peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau.
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.
Mereka dilaporkan hilang bersama sejumlah awak kapal setelah bertolak dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, untuk melakukan peliputan.
Dengan teridentifikasinya Suratman, proses pencarian kini menjadi perhatian Basarnas untuk menentukan langkah operasi berikutnya, termasuk kemungkinan melakukan penyisiran kembali di sekitar Pulau Enggano.
Basarnas Bengkulu menyatakan masih menunggu keputusan dan koordinasi dari Basarnas Banten sebagai pihak yang mengendalikan operasi pencarian.
